Akibat Banjir Pekerjaan Jalan Usaha Tani Desa Bali Agung Tertunda

PODIUM, LAMPUNG SELATAN,- Pekerjaan Jalan usaha Tani (JUT) dengan panjang 1,250 m x 2,5m, yang dikerjakan oleh kelompok tani (Poktan ) Darma Wijaya desa Bali Agung Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan, terhenti akibat banjir bandang yang menggenangi wilayah persawahan masyarakat desa setempat pada waktu lalu.

Dalam pantaunya langsung di lokasi oleh salah satu pembina Ormas FORLAS sebagai pungsi kontrol sosial pembangunan yang di laksanakan di Lampung Selatan, Senin (14/02/2022).

“Pembangunan Jalan usaha tani desa Bali Agung ini memang terlihat belum sempurna, bahkan jauh dari kata sesuai harapan dan banyak matriat yang hilang terbawa arus banjir, saya sangat maklum atas keterlambatan dalam pengerjaan itu, namun saya menegaskan agar secepatnya diselesaikan bila cuacanya sudah memungkinkan dan saya pun menegaskan agar diperbaiki kembali material yang rusak akibat banjir sebelum di lakukan pemadatan,¬†pasalnya kondisi tanah yang masih labil dan mudah terperosok akibat banjir bandang kemarem, sehingga membuat tekstur tanah jalan tersebut kembali mengalami perubahan hingga kondisi jalan tidak rata dan tidak lagi padat”, Ucap Habib Mukhlis.

“Kita tidak bisa mempridiksi cuaca, Namun saya tetap menekankan kepada Ketua Poktan dan masyarakat desa Bali Agung untuk mengutamakankan terbaik bagi masyarakat dalam penyelesaian pekerjaan ini.
Memang saya lihat tanah sepanjang pekerjaan ini sangat rentan terperosok, dengan berjalan kaki saja, kami sudah merasakan apa lagi sampai kendara bermuatan berat yang melaluinya pasti terperosok dan tanah di sisinya akan kembali longsor”,Terangnya.

Masih di tempat yang sama, Dewa Ajisastrawan selaku ketua Gapoktan Darma Wijaya desa Bali Agung mengatakan, “Ia mas pekerjaan kami sempat terhenti akibat banjir bandang kemaren, hingga kondisi jalan yang kami kerjakan menjadi rusak.
Kami tidak bisa berbuat apa apa selain menunggu kondisi tanah menjadi kering dan kembali padat”, Ungkapnya.

“Percuma kami lanjutkan pekerjaan itu saat ini karena tanahnya masih labil, kalau pun kami paksakan untuk melanjutkan pekerjaan itu percuma saja , sebab tanah akan kembali longsor dan matrial akan kembali terperosok mas, oleh sebab itu kami menunggu kondisi tanah mulai mengeras maka pekerjaan akan kami lanjutkan kembali”, Terang Aji.

Saat di konfirmasi melalui telphone, Ketut Purne selaku pelaksana, menerangkan.
“Pekerjaan jalan usaha tani ini di mulai pelaksanaannya di tahun 2021 akhir, yang dalam pelaksanaannya selama 67 hari kalender kerja, namun terhitung hari kerja pekerjaan kami terhenti dan terhambat dengan kondisi jalan terendam banjir besar”.

“Akibat dari 3 kali terjadinya banjir bandang, selama 15 hari sawah dan jalan itu terendam air, hingga memaksa kami harus menghentikan pekerjaan tersebut, hingga kini kondisi tanah menjadi labil”, Terang Ketut Purne.

“Dan rencananya pekerjaan iti akan kami lanjutkan setelah kondisi jalan mengiringi, lalu alat berat pemadat batu tandem Roller akan kami datangkan, kemarin memang sempat kami datangkan namun karena kondisi tanah yang tidak memungkinkan, akhirnya alat berat itu pun kami pelanggan, percuma alat berat itu berada di lokasi kalau tidak bisa beraktivitas, sementara biaya sewa alat berat itu hitungan jam”, Tutupnya.(HSN).