Aliansi Masyarakat Rajabasa Gelar Aksi Timbun Jalan Berlubang, Ini Alasannya

PODIUM,  LAMPUNGSELATAN, – Bentuk kekecewaan terhadap Pemerintah akibat jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki, ratusan masyarakat Aliansi Masyarakat Rajabasa Kecamatan Rajabasa gelar aksi timbun badan jalan berlubang.

Adapun yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Rajabasa diantaranya APDESI, Perusahaan Ainfibio, LKM Mandiri dan unsur lainnya serta masyarakat sekitaran.

Aksi timbun jalan berlubang ini, selain kesal dan kecewa terhadap Pemangku kebijakan, agar memberikan kenyamanan kepada masyarakat dalam berkendara khususnya roda dua yang melintas disepanjangan jalan raya pesisir Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

Pengendara terjatuh dilokasi jalan rusak di Dusun Ujau Desa Rajabasa, Kecamatan Rajabasa Lamsel saat aksi penimbunan badan jalan. Rabu (5/2/2020).

“Terkait aksi kita ini, kita lakukan untuk supaya sedikit bisa membantu masyarakat agar nyaman dalam berkendaraan. Ini juga salah satu kekesalan kami dan sebagai aksi menampar muka Pemerintah yang punya otoritas supaya segera memperhatikan ini jalan tersebut,” tegas Juhariansyah Arifin selaku penggerak aksi dalam Aliansi Masyarakat Rajabasa kepada media melalui telefon selulernya. Selasa (4/2/2020).

Menurut Iyan sapaan akrabnya, aksi kita bersama nasyarakat melaksanakan secara bergotong royong dan swadaya menimbun badan jalan berlubang yang hancur tak berbentuk dibeberapa titik di Dua Desa di Kecamatan Rajabasa.

“Saat ini yang kita prioritaskan baru dua titik diantaraya di Sumur Terus Desa Banding dan Desa Rajabasa Dusun Ujau, yang melaksanakan diperkikan sekitar 100 an orang dan anggaran yang didapat dari hasil swadaya masyarakat dan sumbangsih perusahaan yang ada didisini,” jelasnya.

Iyan menambahkan, aksi yang dibawah naungan Aliansi Masyarakat Rajabasa didalamnya ada APDESI Rajabasa, ada dari perwakilan perusahaan ANFIBIO, LKM Mandira dan Masyarakat sekitar Kecamatan Rajabasa.

Hal senada dikatakan Hermansyah selaku Kepala Desa Rajabasa Kecamatan Rajabasa. Dimana kata Hermansyah, aksi yang dilakukan menginggat kondisi jalan raya pesisir yang diangap tidak layak (hancur) dan berlubang dapat membahayakan masyarakat penggunan jalan khususnya roda dua (motor).

Bahkan kata Hermansyah, akibat jalan hancur tersebut kerap kali membuat pengguna jalan roda dua (motor) terjatuh. Bukan hanya itu jalan ini menjadi topik perbincangan di media sosial dan masyarakat sebab sebagai jalur wisata.

“Gerakan Aliansi Masyarakat dan APDESI Rajabasa melalui swadaya masyarakat, karena kalau nunggu-nunggu aja dari Pemerintah dan Kabupaten nyampe saat ini belum ada tanda akan diperbaiki, sementara korban semakin banyak. Barusan aja ada tukang ikan teri jatuh, jadi tiap hari memang jatuh korban,” kata Hermansyah.

Hermansyah menambahkan, jalan berlubang akan dilakukan penimbunan dengan sabes dan lalau regidmix cor beton. Diperkirakan sudah 4 tahun lebih kerusakan jalan parah ini, bahkan ini sudah tidak terlihat bentuk jalannya.

“Kita sudah upaya ke Kabupaten sebagai penyambung lidah kami untuk ke Provinsi, kita sudab berupaya selaku aparatur Desa,” imbuhnya.

Kemudian dirinya berharap, mudah-mudahan aksi yang kami lakukan segera ditindak lanjuti oleh Pemerintah Provinsi (Pemrpov) Lampung, menginggat jalan ini satu-satunya akses jalur wisata yang mengelilingin Gunung Rajabasa.

“Harapan kami mudah-mudahan segeralah diperbaiki khususnya disepanjang jalan pesisir Kecamatan Rajabasa ini sudah banyak yang tidak layak dan perlu diperbaiki segera,” harapannya.

Untuk diketahui, rencana Bakti Sosial Aliansi Masyarakat Rajabasa akan dilakukan selama dua hari, sejak hari Selasa sampai Rabu, masyarakat juga memasang tiang bendera kuning ditengah jalan gorong-gorong berlubang dan bertuliskan “Birokrasi Gagal”. Dalam askinya juga ratusan masyarakat dibantu dengan anggota TNI yang bertugas di Kecamatan Rajabasa. (AAN).