Alumni Merasa Prihatin dan Pertanyakan Ketegasan Rektor Soal Citra UIN Raden Intan Tercoreng

PODIUM, BANDARLAMPUNG, – Belum lama isu tak sedap merundung birokrasi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, akibat ulah oknum dosen yang melakukan tindak asusila terhadap seorang mahasiswi bimbingannya.

Kali ini kembali disorot miring, karena akun media sosial twitter Wakil Rektor 1 Alamsyah mendadak doyan menyukai konten pornografi.

Isu keterpurukan moral di birokrasi UIN Raden Intan itu, mengundang rasa prihatin dari para alumni. Nurani mereka tergugah, lantas mempertanyakan ketegasan Rektor Moh. Mukri.

“Birokrasi UIN Raden Intan mesti di evaluasi segera. Rektor harus tegas, karena ini menyangkut nama baik kampus,” ujar Hery CH Burmeli, dalam pertemuan bersama sejumlah alumni di Kantor DPW APSI Lampung, Selasa (5/11/2019).

Sementara alum lainnya, Ahmad Rusdi Umar, cukup terheran dengan sikap santai Alamsyah. Kemunculan isu miring yang menderanya, hanya disikapi melalui klarifikasi di media sosial.

“Dia seolah tak bernyali menyeret perkara tersebut ke ranah hukum. Pahal telah menggerus nama baik kampus tempatnya bernaung,” kata dia.

Senada disampaikan Marfen Efendi, ia menilai isu ‘panas’ yang sedang melanda telah merontokkan citra UIN di mata publik. “Terlepas benar atau tidaknya, namun yang jelas mesti disikapi dengan serius. Termasuk peran alumni saat ini diperlukan,” tuturnya.

Alumni lainnya, Saptawandra Maghfir berpendapat agar kasuistis itu diseret ke ranah hukum. Dengan harapan bisa menemui titik terang, siapa yang harus bertanggung jawab terhadap kasus kemerosotan moral di lingkungan birokrasi UIN Raden Intan.

“Benar atau tidaknya, itu yang bisa membuktikan hanya di proses hukum. Kalau dia dikloning, maka alumni harus mengawal Bapak Alamsyah melapor ke kepolisian untuk mencari oknum yang mencatut namanya dan mencoreng nama baik UIN Raden Intan. Sebaliknya jika perkara itu benar dilakukan, maka pihaknya menuntut agar mundur dari jabatan Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga,” ungkapnya.

Sebelumnya, warganet dihebohkan dengan perilaku akun twitter @Alamsyah010970 yang mendadak doyan menyukai akun pornografi. Lebih ironi, belakangan akun tersebut terindikasi tendensius membenci ulama seperti HRS dan UAS. Dalam keterangan yang viral tersebut, mencatut nama UIN dan menjelaskan profesi Alamsyah sebagai Wakil Rektor.

Setelah heboh, Alamsyah kemudian mengklarifikasi bahwa akun twitternya dikloning oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Ia juga menegaskan akun asli twitternya bernama @Alamsyah49683297, disertai tulisan permintaan maaf.

“Saya mohon maaf atas peredaraan berita tentang saya di Medsos yang tidak mengenakan. Saya nyatakan berita tersebut tidak benar, dan akun yang dipakai bukan akun asli saya. Akun twitter saya yang asli adalah yang saya posting di sini. terimakasih wassalam wr wb,” tulisnya. (Red)