Alzier Bakal Somasi Media, Ini Alasannya

PODIUM,BANDARLAMPUNG, – Tokoh  Masyarakat Lampung M. Alzier Dianis Thabranie bakal melakukan somasi terhadap salah satu perusahaan media di Bumi Ruwa Jurai.

Informasi somasi ini mulai tersebar di WhatsApp pada Senin (23/11) malam. Alasannya, terkait adanya pemberitaan pada 23 Januari 2020 yang berjudul ” Takut dilaporkan ke Polisi Alzier Minta Maaf ke PWI”.

Menanggapi itu, Tokoh masyarakat Lampung M.Alzier Dianis Thabrani membenarkan kabar yang beredar di WhatsApp tersebut.

“Iya itu benar, melalui kuasa hukum saya. Karena judul berita tersebut terkesan framing dan menggiring opini publik seolah saya melakukan perdamaian akibat takut dilaporkan ke polisi,”kata dia.

Kendati demikian, M. Alzier Dianis Thabranie masih menunggu iktikad baik media tersebut dalam kurun waktu 2×24 jam.
“Kalau tidak ada iktikad baik, maka akan saya bawa persoalan ini ke ranah hukum,”ungkap dia.

Berikut isi surat yang beredar di WhatsApp tersebut :

Yth Pimred Tunas Bangsa News.Com.

Perkenan saya Wiliyus Prayietno,SH.MH, Advokat Konsultan Hukum selaku kuasa hukum klien M.Alzier Dianist Thabranie.

Dalam kesempatan ini kami ingin menyampaikan Somasi dan Hak Jawab terkait pemberitaan media anda tanggal 23 Januari 2020. yang berjudul ” Takut dilaporkan ke Polisi Alzier Minta Maaf ke PWI”.

Bahwa terkait judul berita tersebut menurut kami telah terjadi framing dan menggiring opini publik seolah Alzier melakukan perdamaian akibat takut dilaporkan ke polisi.

Bahwa terjadi kesepakatan permohonan maaf Alzier dan PWI maupun Supriyadi Alfian adalah terkait Inklusif dan Konklusif yang dimediasi oleh beberapa Tokoh PWI Lampung, karena klien kami adalah bagian dari keluarga besar PWI Lampung, bahkan hubungan pribadi klien kami dengan ketua PWI Lampung telah terjalin lama sejak 20 tahun lalu.
Hal tsb telah dituangkan kedalam surat jawaban somasi kami No. 378/WPA.LPG/ XI/ 2020 tanggal 22 November 2020. ( Terlampir).

Judul tersebut telah menghakimi klien kami dan mengabaikan azas praduga tak bersalah. Menggiring bingkai seolah olah klien kami seperti yang ditulis dalam pemberitaan media anda.

Judul tersebut dikategorikan sebagai “TRIAL BY PRESS” penghakiman media massa , mengabaikan Azas Praduga Tak Bersalah, sesuai pasal 3 ayat (8b) Kode Etik Jurnalistik.

Pelanggan pasal lainnya :
* kode Etik Jurnalistik Pasal 3 Ayat 5.
* Kode Etik Jurnalistik , pasal 3 ayat 8b.
* Undang Undang RI No.40 Tahun 1999 tentang PERS pasal 6 butir C.
* UU Transaksi Informasi Elektronik ( UU ITE) pasal 27 Ayat 3 tentang Fitnah dan Pencemaran Nama Baik.

Demikian somasi sekaligus hak jawab kami ajukan agar anda memuat hak jawab kami dan merubah judul yang Tendensius Framing tersebut.

Apabila pihak dalam jangka waktu 2 X 24 jam sejak somasi ini dilayangkan ternyata pihak anda tdk mempunyai itikad baik, segera akan kami proses sesuai hukum yg berlaku baik secara Pidana maupun Perdata .

Trims . Advokat Pengacara , Wiliyus Prayietno,SH.MH.

Tembusan:
1. Kapolda Lampung
2. Ketua Dewan Pers di Jakarta
3. Ketua Dewan Kehormatan Daerah PWI Cabang Lampung.
4. Klien.(Red)