Alzier Kritisi Kebijakan Arinal Soal Penghentian Pembangunan Teropong Bintang

PODIUM, BANDARLAMPUNG, – Kebijakan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dengan menyetop pembangunan teropong bintang memunculkan berbagai pertanyaan di masyarakat Bumi Ruwa Jurai.

Sebab, pembangunan Lampung Astronomical Observatory (LAO) di Register 19, Taman Hutan Rakyat (Tahura) Wan Abdul Rachman, Kabupaten Pesawaran era M. Ridho Ficardo Gubernur Lampung periode 2014 – 2019 turut diamini oleh orang nomor satu di provinsi Lampung.

“Dulu Sekda Lampung zaman RF (Ridho Ficardo) itu siapa ya…??!!! Bappeda nya siapa ya…??!!! GUBERNURNYA SIAPA…??!!! BERARTI SALAH PERENCANAAN/ANALISIS NYA..!!!,”Sindir Salah Satu Tokoh Masyarakat Lampung M. Alzier Dianis Thabranie.

Semestinya, Gubernur Lampung bisa berfikir realitis dan tidak mengedepankan ego saat menyetop pembangunan yang digadang-gadang terbesar se-Asia dan bakal menggantikan Observatorium Bosscha ini.

“Konteks teropong bintang ini jangan hanya dari ruang “sentimentil” berfikirnya,”sindir Alzier.

Di lain sisi, Alzier juga meminta aparatur hukum, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Kejagung dan Kejati untuk menyelidiki permasalahan yang diduga telah merugikan negara sebesar Rp 77 miliar.

“SAYA MINTA KPK/KEJAGUNG/KEJATI Lampung PROSES CEPAT, INI MERUGIKAN UANG NEGARA SEBANYAK :77 MILYARD. LUAR BIASA INI, SEKARANG DI SeTOP, DAN HARAM KATA GUBERNUR ARINAL JUNAIDI PENGUASA LAMPUNG SEKARANG INI..!!!,”tegas Alzier. (Red)