Alzier Sindir Sikap Gubernur Lampung Tidak Hadir Temui Pendemo

PODIUM, BANDARLAMPUNG, – Sikap Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang terkesan tidak mampu meniru kepala daerah lainnya seperti Anies Baswedan dan Ridwal Kamil untuk menemui pendemo yang menolak Undang-undang (UU) Cipta Kerja mendapat kritikan dari M. Alzier Dianis Thabranie, tokoh masyarakat.

Menurut Alzier, sebagai kepala daerah, Gubernur Lampung semestinya harus ‘gentle’ untuk menemui para pendemo. Karena Gubernur merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat.

“Gubernur harus Gentle dong menghadapi rakyatnya sendiri, karena selain legislatif, lembaga eksekutif merupakan tempat masyarakat mengadu,” tegas Alzier, Jumat (9/10) malam.

“Kan Gubernur Lampung itu perpanjangan tangan pemerintah daerah ke pemerintah pusat. Kalau jeritan rakyatnya saja tidak mau didengar lagi, untuk apa mengemban jabatan sebagai gubernur itu,”ujar dia.

Selain itu, Alzier juga mempertanyakan sikap Gubernur Lampung yang baru muncul selang satu sehari usai aksi demo, saat menggelar konfrensi pers di Mapolda Lampung, Kamis (8/10) lalu.

“Kemana aja pak Gubernur. Katanya mantan preman Lampung, jangan takut- takut dong kaki kuning,” sindir Alzier.

Alzier berharap, Gubernur Lampung bisa menyampaikan aspirasi yang disampaikan para pendemo saat berorasi ke pemerintah pusat.

“Apapun hasilnya, setidaknya sampaikan aspirasi rakyat,” pungkas Alzier.

Sebelumnya, Langkah Gubernur Anies Baswedan dan Ridwal Kamil tak mampu ditiru oleh Arinal Djunaidi sebagai pemimpin di Bumi Lada. Gubernur DKI Jakarta dan Jawa Barat bersedia menemui pendemo yang menolak Undang-undang Cipta Kerja.

Namun berbeda dengan Gubernur Lampung, meski mengaku prihatin, Arinal baru muncul selang satu sehari usai aksi demo, saat menggelar konfrensi pers di Mapolda Lampung, Kamis (8/10) lalu.

Padahal ribuan aksi massa di kantor DPRD berharap bertemu dengan Gubernur, namun hanya bertemu Ketua DPRD, Mingrum Gumay dan sejumlah Anggota DPRD.Wajar jika terjadi kerusuhan dan perusakan kantor DPRD Lampung, akibat massa pendemo kecewa dengan ketidakhadiran Arinal dan banyaknya anggota DPRD yang tidak muncul saat aksi penolakan.

Kepada awak media, Arinal mengatakan merasa prihatin dan akan menggelar rapat koordinasi dengan Forkompimda serta pihak terkait

“Saya merasa prihatin dengan kejadian aksi yang ricuh pada Rabu (07/10) lalu yang dilakukan oleh mahasiswa dan pelajar, Oleh karena itu hari ini kita lakukan rapat koordinasi dengan Forkopimda, rektor negeri dan swasta dan menghadirkan rekan – rekan buruh Serikat Indonesia, “Kata Arinal saat konfrensi pers di Mapolda Lampung. Kamis (08/10). (Red)