Anas Anshori Tutup Kegiatan Pelatihan Batik Tulis 20 WBP Lapas Kalianda

PODIUM, LAMPUNG SELATAN, – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA menggelar acara penutupan kegiatan Pelatihan Batik Tulis Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kalianda di Aula Lapas Kalianda, Senin (6/7). Rangkaian kegiatan penutupan, ditutup oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnaker) Lampung Selatan, Anas Anshori.

Acara Penutupan ini mengakhiri rangkaian pelatihan Batik Tulis yang digelar dari tanggal 15 Juni 2020 di Ruang Pelatihan dan Bimbingan Kerja Lapas Kalianda, dengan peserta sebanyak 20 orang WBP.

Dalam kegiatan, Kadisnaker Lampung Selatan menyambut baik kegiatan tersebut. Dirinya tak menyangka WBP Lapas Kalianda mampu menghasilkan karya Batik Tulis yang dipamerkan pada kegiatan penutupan tersebut.

“Kira-kira batik ini kan harus dilakukan dengan tangan-tangan yang halus dan lembut, maka ini Batik Tulis bisa dikerjakan secara bagus oleh Tangan Warga Binaan, ini bagus,” ujar Anas Anshori.

Dirinya berharap, kedepannya ketenagakerjaan di Lampung Selatan bisa menapak, meraih hasil yang lebih baik lagi, yang salah satu modalnya adalah batik tulis.

Lanjutnya, pihaknya ingin semua orang memiliki skill dan kemampuan untuk diri sendiri, baik untuk profit dan non profit di dunia usaha, termasuk Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Kalianda.
“Kami ingin semua orang bisa bekerja, menghasilkan pendapatan yang halal. Banyak Warga Binaan menjadi sukses di luar sana,” pungkas Kadisnaker Lampung Selatan.

Salah seorang peserta kegiatan, BA (34) mengaku puas atas ilmu Batik Tulis yang diberikan oleh pemateri dari Ramones dan Petugas Pemasyarakatan dari Seksi Kegiatan Kerja. Karena ilmu tersebut sangat bermanfaat demi kemajuan dirinya secara personal, maupun untuk Lapas Kalianda.

“Saya bersama peserta lain yang ikut dalam pelatihan sangat berterima kasih kepada Bapak sekalian karena telah memberikan pelatihan kepada kami sampai mahir. Saya yakin kami mampu memajukan Lapas Kalianda dengan cara menghasilkan Batik Tulis yang bagus, baik untuk kesenian, maupun untuk menghasilkan profit untuk Lapas,” ucap BA.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda, Tetra Destorie mengapresiasi program pembinaan Pelatihan Batik Tulis yang dilakukan di Lapas Berslogan, ‘Pasti Keren’.

“Saya apresiasi kegiatan ini sebagai program yang sangat positif dan baik untuk kemajuan Lapas Kalianda sebagai penghasil bibit-bibit unggul dibidang kerajinan tangan dan juga sebagai penghasil profit untuk Lapas Kalianda,” tutur Tetra Destorie.

Dirinya berharap melalui kegiatan positif ini, Warga Binaan bisa mengaplikasikan modal ilmu dari pelatihan, supaya dalam penerapannya baik di Lapas Kalianda maupun di luar nanti mampu menghasilkan profit.

Tambahnya, tak hanya pelatihan semata materi diberikan dalam pelatihan, para peserta juga diberikan sertifikat pelatihan dalam kegiatan tersebut, yang bisa dipergunakan sebagai bekal dalam bekerja setelah bebas nanti.

“Bekal ilmu dari pelatihan ini saya pesankan kepada Warga Binaan, harus bisa terpakai dalam mencari profit baik untuk Lapas Kalianda, maupun profit untuk keluarga nantinya ketika bebas. Oleh karena itu, dalam pelatihan ini juga diberikan sertifikat pelatihan.” Imbuhnya.

Dirinya mengungkapkan, Lapas Kalianda tak akan berhenti dalam menghasilkan kreasi dan mengeluarkan potensi terbaik dari WBP. Oleh karena itu, kedepannya, akan ada banyak pelatihan-pelatihan yang bermanfaat dan berguna untuk kemajuan Lapas Kalianda.

“Mudah-mudahan kedepannya akan banyak pelatihan-pelatihan lain sebagai sarana menambah ilmu untuk Warga Binaan Lapas Kalianda untuk kemajuan kita bersama,” harap Kalapas Kalianda. (Humas/HSN)