APBD Lampung Surplus Rp 51 Miliar

PODIUM, BANDARLAMPUNG,  –Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Lampung Tahun 2020 mencapai Rp2 triliun lebih, dengan jumlah transaksi belanja Rp5 triliun lebih.

Laporan tersebut dibacakan Sekretaris DPRD Tina Malinda dalam Sidang Paripurna tentang Pembicaraan Tingkat II Laporan Badan Anggaran DPRD Lampung terkait Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Lampung Tahun anggaran 2020, Jumat (30/7).

Secara rinci, pendapatan terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp2 triliun dan pendapatan infrastruktur kurang lebih Rp2 triliun, lalu  pendapatan lain-lain yang sah hanya Rp1 triliun. Jika ditotalkan, realisasi pendapatan Provinsi Lampung mencapai Rp7 triliun.

Untuk realisasi belanja, di antaranya belanja langsung Rp485 miliar, belanja modal  lebih Rp252 miliar, belanja  tak terduga Rp119 miliar lebih.

“Dengan total atau jumlah transaksi belanja dalam setahun (tahun 2020) Rp5 triliun lebih,” kata Tina.

Selain itu, ada juga transfer berupa dana bagi hasil (DBH) Kabupaten/Kota kurang lebih Rp1 triliun. Sehingga jika ditotalkan realisasi belanja dan transfer bisa mencapai Rp6 triliun lebih.

“Sedangkan untuk  penerimaan pembiayaan, Rp336 miliar lebih dengan pengeluaran pembiayaan kurang lebih Rp190 miliar. Jika dijumlahkan realiasasi pembiayaan netto Rp138 miliar,” ujarnya.

Meskipun pendapatan dan pengeluaran atau belanja mengalami kejar mengejar, Lampung masih mengalami surplus  (kelebihan) Rp51 miliar dengan total sisa (kurang lebih anggaran sekaligus Silva) Rp190 miliar.

Gubernur mengaku pencapaian anggaran memang menurun untuk APBD Perubahan dan mudah-mudahan di tahun berikutnya meningkat dan melambung lebih tinggi. (Lipsus)