Aprilliati Serap Keluhan Tukang Buah

PODIUM, BANDARLAMPUNG, – Jika kedepan tidak ditangani secara serius, daya jual buah prodak lokal dinilai bakal tergerus.

Pun, isu tersebut menjadi topik hangat pembahasan Anggota DPRD Provinsi Lampung, Apriliati, saat menggelar resses di Kecamatan Tanjungkarang Timur, Selasa (1/9).

Agung, penjual buah di Pasar Tugu, menyebut keberadaan buah impor dinilai menggerogoti nilai jual buah prodal lokal.

“Ya, bu, buah dari luar negri itu bisa menyaingi nilai jual buah lokal,” kata dia.

Alasanya, buah non lokal mematok harga lebih rendah ketimbang prodak lokal, pun dalam segi tampilan lebih memikat dengan warna segar.

“Harganya sangat menurunkan harga pasaran bu, dan juga dari tampilan sangat memikat, karena warnanya yang cerah,” ungkpanya.

Kendati begitu, dia berharap agar Pemerintah Provinsi lampung dapat membatasi penjualan buah non lokal di Sai Bumi Ruwa Jurai.

Sementara, Anggota DPRD Provinsi Lampung, Apriliati, menyebut agar masyarakat dapat lebih berhati-hati jika mengkonsimsi buah prodal non lokal.

Alasanya, politisi PPDI-P ini mencurigai buah non lokal menggunakan cara curang untuk menjaga kesejaran buah, dengan memberikan bahan kimia.

“Hati-hati, karena untuk membawa buah dsri liar negri ke Indonesia, tentunya menggunakan waktu yang tidak singkat, ko bisa sampai disini kondisi buah tetap segar,” ungkapnya.

Meski negitu, dia mengaku bakal membawa keluhan tersebut ke instansi terkait, melalui fraksi agar hal tersebut dapat ditangani. (Red)