AR Suparno Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Labuhan Ratu

PODIUM, BANDARLAMPUNG, – Ideologi dan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila saat ini sudah banyak gangguan dan tantangan melalui paham radikalisme hingga ujaran kebencian. Tak hanya itu, nilai-nilai dalam Pancasila perlahan mulai terkikis bagi anak muda di tengah arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Lampung Dapil Bandarlampung AR Suparno di hadapan puluhan pemuda Risma dan Karang Taruna saat menggelar Sosialisasi Pembinaan ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di kediamannya, Kecamatan Labuhan Ratu, Minggu (28/2).

Menurut AR Suparno, salah satu tujuan digelarnya sosialisasi ini yakni menumbuh kembangkan semangat Pancasila di tengah masyarakat dan tentunya menghindari paham radikalisme, intoleransi, hoax dan ujaran kebencian. Alasan dirinya mengundang para pemuda, karena menurutnya Pemuda merupakan agen perubahan.

“Dengan sosialisasi ini, kita ingin mendorong masyarakat khususnya anak muda dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang perlahan sudah terkikis dengan kemajuan teknologi dan tentunya penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara yang berlandaskan pada 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI,” jelas Politisi PDIP Lampung ini.

Sementara, narasumber dari Polda Lampung AKP A Basri mengatakan, cara pandang kita terhadap Pancasila sudah mulai luntur. Padahal menurut dia, segala aturan di Indonesia harus berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.“Kita harus melaksanakan dan mengamalkan nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila. Ini merupakan kewajiban bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebab, Pancasila merupakan sumber tertinggi dari segala sumber di Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya, di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi, musuh dan gangguan bangsa saat ini yakni intoleransi, ujaran kebencian, hoax dan paham radikalisme. “Kita harus menghayati Pancasila, bukan hanya paham limanya saja tapi isinya,” pungkasnya. (Red)