Arinal Persilahkan BNNP Razia Pemprov Lampung

PODIUM, BANDARLAMPUNG – Pemerintah provinsi Lampung bersama BNNP dan Polda menyiapkan gebrakan untuk mencegah peredaran narkoba.

Upaya ini sekaligus mencegah masuknya jaringan internasional ke Bumi Ruwa Jurai.

“Akhir Juli mau dirapatkan supaya ada langkah-langkah konkrit yang mungkin provinsi lain belum lakukan,” kata Kepala BNNP Lampung Brigjen Tagam Sinaga saat perayaan Hari Anti Narkotika Internasional, di balai Keratun lingkungam Pemprov Lampung, Rabu (26/6).

Salah satu upaya pencegahan peredaran narkoba melalui Bandara Radin Inten II. Pihaknya akan memperkuat pengawasan dan penambahan alat pendeteksi narkoba.

BNNP dan Pemprov serta Polda Lampung juga harus fokus melakukan pengawasan wilayah ataupun peta rawan narkoba yang terdapat di 24 desa, kelurahan atau kampung dengan meliputi 5 kabupaten/kota.

Pertama, untuk Kota Bandar Lampung terdapat di kelurahan Negeri Olok Gading, Kaliawi, Panjang Utara, Pasir Gintung, Keteguhan.

Selanjutnya, Gedong Pakuon, Bakung, Sukajawa Baru, Beringin Raya, Penengahan, Sidodadi, Wayhalim Permai, dan Jagabaya Dua.

Kedua, Kabupaten Lampung Selatan di desa Merakbatin, Pemanggilan, dan Bakauheni. Ketiga, Kabupaten Lampung Timur di desa Adirejo.

Keempat, Kabupaten Way Kanan di kampung Negeri Baru, Blambangan Umpu, Banjar Agung, Gunung Labuhan, dan Bukit Gemuruh.

“Yang kelima di desa Wiralaga I dan Wiralaga II kabupaten Mesuji,”ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memberi ruang sebesar-besarnya ke BNNP agar bisa melakukan pemeriksaan dan upaya pencegahan narkoba di Pemprov Lampung.

“Pak gubernur buka selebar-lebarnya, kalau mau razia di Pemprov, silahkan,” katanya.

Saat disinggung soal memberikan anggaran, mantan sekdaprov Lampung tersebut belum bisa memberikan kepastian, mengingat adanya defisit yang dialami Bumi Ruwa Jurai.

“Kalau sudah ada (anggaran) baru saya tindak lanjuti Perdanya, dan berkoordinasi dengan BNN,” ungkapnya.

Arinal mengaku prihatin dengan tingginya angka prevalensi Pengguna narkoba di Provinsi Lampung yang mencapai 128 ribu pengguna.

Berdasarkan peringkat, Lampung menduduki urutan ke tiga di pulau Sumatera, dan menduduki peringkat 8 se Indonesia.”Saya minta semua saling bersinergi,” pungkasnya. (Rls)