Aroma Amburadul Diduga Warnai Proses Pengisian Jabatan Sekdaprov Lampung

PODIUM, BANDARLAMPUNG – ┬áProses mengisi jabatan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung definitif, terindikasi ‘amburadul’. Aroma kasak-kusuk busuk terkesan mewarnai seleksi.

Berdasarkan keterangan sumber yang diterima media, Selasa (3/9), terungkap Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Lampung tidak mengalokasikan anggaran lelang ulang.

Namun ternyata, menjelang proses penetapan calon yang lolos seleksi administrasi. Ketua Panitia Seleksi (Pansel) bersama tim lainnya, diduga menikmati fasilitas mewah menginap pada salah satu hotel di Bandarlampung dengan kamar Royal Suite.

Sumber itu mengungkapkan, biaya jamuan mewah tersebut dibayarkan oleh Kasubag Administrasi Perjalanan Pemprov Lampung, Heru.

“Ini terindikasi menyalahi PMK (Peraturan Menteri Keuangan), dan mengapa harus Kabag Umum Pemprov yang membayar, kapasitasnya apa? Kenapa bukan orang BKD (Badan Kepegawaian Daerah),” jelas sumber tersebut.

Menanggapi hal ini Kasubag Administrasi Perjalanan Pemprov Lampung, Heru menampik jika biaya penginapan hotel Tim Pansel ditanggung oleh Bagian Umum.

“Itu informasi dari mana. Tidak lah, itu bukan urusan saya. Sebab Biro Umum hanya mengelola tentang tata usaha keuangan,” tepisnya, Selasa (3/9/2019).

Diketahui, Panitia Seleksi (Pansel) lelang Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, telah mengumumkan enam nama yang lolos dalam seleksi administrasi. Pengumuman itu bernomor 003/PANSEL-JPTM/VIII/2019 tentang penetapan hasil seleksi/penilaian portofolio/administrasi peserta seleksi terbuka lelang jabatan pimpinan tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Lampung yang ditandatangani ketua Pansel, Boytenjuri pada Senin (2/9/2019).

Adapun keenam nama yang dinyatakan lulus itu yakni; Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lampung Selatan, Arsyad Husein; Sekkab Lampung Selatan, Fredy Sukirman; Sekdaprov Lampung, Fahrizal Darminto; Sekretaris Korpri Provinsi Lampung, Edarwan; Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung, Kusnardi; dan Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Provinsi Lampung, Minhairin. (Red)