Begini Cara Mendidik Anak Usia Dini Versi Edward Antony

PODIUM, WAYKANAN, – Wakil Bupati Way Kanan Edward Antony membuka kegiatan kreatifitas pendidik PAUD pada Pusat Kegiatan Guru (PKG) TK Mekar Jaya, Baradary, Senin (11/11).

Dalam sambutan Wakil Bupati Way Kanan Edward Antony mengatakan bahwa semua tentunya mempunyai kehendak yang sama serta memiliki kepedulian yang besar terhadap pendidikan anak usia dini.

“Kepedulian itu, tentunya sama-sama ingin membantu pertumbuhan dan perkembangan anak-anak agar pada saatnya nanti mereka memiliki kesiapan mental untuk memasuki pendidikan tingkat lanjut,”kata dia, Senin (11/11).

Kita semua, sambungnya, tentu menyadari bahwa pendidikan diawal masa pertumbuhan anak sangatlah penting pada usia dini. Karena otak berkembang dengan sangat cepat, dan dapat menerima serta menyerap segala sesuatu yang dilihat maupun didengarnya.

“Tidak hanya yang baik-baik saja. Akan tetapi juga hal-hal yang kurang baik. Masa itu adalah masa-masa dimana perkembangan fisik, mental dan spiritual seorang anak akan mulai terbentuk,” ujar edward.

Namun demikian, banyak yang mengatakan ini adalah masa golden ade bagi seorang anak.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar para orang tua harus hati-hati dan jangan membiarkan anak mendapatkan konsumsi berita maupun tingkah laku tidak pas buat mereka. Karena akan terekam dalam ingatan mereka.

Selain itu tambahnya, kreatifitas guru dalam proses belajar mengajar juga mempunyai peranan penting dalam peningkatan mutu hasil belajar siswanya.

“Kreativitas sering kali diartikan sebagai kemampuan untuk menciptakan suatu produk baru. Baik yang benar-benar baru maupun modifikasi atau perubahan dengan mengembangkan hal-hal yang sudah ada,” Kata edward.

Edward antony juga mengatakan, untuk mendukung kegiatan belajar mengajar guru yang kreatif dituntut membuat suatu media dalam bentuk alat peraga yang menarik dan multiguna sesuai dengan karakteristik perkembangan anak.

“Oleh karena itu guru pendidik anak usia dini harus menemukan berbagai cara agar dapat menyajikan keseluruhannya dengan cara berbeda. Tentunya harus dapat menyenangkan untuk anak usia dini,”ujarnya.

Strategi dan metode pengajaran yang diterapkan harus sesuai dengan ciri khas anak, yaitu dengan strategi bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain.

Karena, melalui pengalamanya yaitu dari segala yang dilihat, dirasakan, dan didengar secara umum banyak para penyelenggara PAUD berpendapat bahwa memperoleh alat permainan edukatif dengan cara membeli adalah lebih mudah.

Oleh karena itu, jika para guru mau berkreasi dan berinovasi untuk menciptakan alat permainan edukatif dari barang-barang bekas maka tentu saja akan lebih ekonomis. Jadi, mahal dan murahnya alat mainan bukan indikator keberhasilan dalam mendidik anak-anak PAUD.

“Pada dasarnya anak-anak Paud dituntun untuk mengetahui hal-hal positif selama dalam proses tumbuh kembangnya.” pungkasnya.(JM)