Begini Saran IPW Ke Jokowi Soal Memilih Figur Jaksa Agung Berikutnya

PODIUM, JAKARTA – Ind Police Watch (IPW) menyarankan agar Presiden RI Joko Widodo memilih figur Jaksa Agung yang bisa bekerjasama dengan Polri dalam menyusun kabinet barunya.

Alasannya agar penegakan supremasi hukum dan kepastian hukum di periode terakhir Jokowi sebagai presiden bisa berjalan maksimal sesuai harapan masyarakat.

Ketua Presidium Ind Police Watch Neta S Pane menilai ada empat poin yang perlu diperhatikan Presiden dalam memilih Jaksa Agung baru.

Pertama, bisa bekerjasama dengan Polri. Kedua, figur dari luar kejaksaan, sehingga tidak tersandera masa lalu. Ketiga, bukan kader partai politik.

“Jika penempatan kader parpol di posisi Jaksa Agung akan mengancam independensi korps Adhyaksa itu dalam melakukan penegakkan hukum secara berkeadilan,”Kata dia melalui press Rilis yang diterima Redaksi Podiumlampung.com, Sabtu (3/8).

Keempat, berkomitmen menuntaskan kasus-kasus hukum yang mandek di kejaksaan. Salah satunya, ia mencontohkan, kasus penembakan yang menyebabkan tersangka pencurian burung walet tewas di Bengkulu beberapa waktu lalu.

“Kami menduga persoalan ini melibatkan penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Karena kasus Novel di Bengkulu sudah P21, tapi tak kunjung dilimpahkan kejaksaan ke pengadilan,”ungkapnya.

“Bahkan, keluarga korban sudah memenangkan prapradilan dan majelis prapradilan sudah memerintahkan agar kejaksaan segera melimpahkan kasus Novel ke pengadilan,”tegasnya.

Akan Tetapi, sambung dia, Jaksa Agung terkesan tidak peduli. BAP kasus Novel tetap disimpan di kejaksaan.

“Jajaran kejaksaan tidak peduli dengan rasa keadilan keluarga korban yang tewas akibat ditembak yang diduga dilakukan Novel,”ujarnya.

Seharusnya, kasus penembakan ini dilimpahkan ke pengadilan untuk memutuskan apakah benar Novel yang menembak atau bukan.

Dengan tidak dilimpahkannya BAP kasus ini tentunya tidak ada kepastian hukum maupun transparansi penegakan hukum.

“Keluarga korban terus menuntut dan Novel tersandera kasus hukum. Dari kasus ini terlihat Jaksa Agung telah gagal menciptakan kepastian hukum terutama dalam kasus Novel,”ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap dalam membentuk Kabinet barunya, Presiden Jokowi perlu memilih Jaksa Agung yang berkomitmen dalam mendorong terciptanya kepastian hukum dan berani menuntaskan kasus penembakan yang diduga melibatkan Novel Baswedan. (Red)