Belum 100 Hari Menjabat, Arinal Buat Honorer Sedih

PODIUM, BANDARLAMPUNG – Kepemimpinan Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung terkesan tidak henti-hentinya menarik perhatian masyarakat di Bumi Ruwa Jurai.

Jika sebelumnya, sejumlah anggota DPRD Lampung mengaku belum dikabari adanya rasionalisasi anggaran dengan alasan defisit. Kali ini pemprov Lampung melalui biro umum merumahkan sejumlah tenaga honorer.

Kasian ya! Padahal mereka ingin kerja benar-benar. Kalimat ini agaknya tengah santer di lingkungan Pemprov Lampung, sebagai ungkapan prihatin terhadap nasib honorer.

Berdasarkan sumber dilingkungan pemprov Lampung menampik adanya pemecatan honorer melainkan dirumahkan. Karena ketiadaan anggaran yang tidak disetujui Gubernur Arinal Djunaidi.

“Kita kan kemarin usulkan untuk di APBD-P, tetapi tidak ada penambahan anggaran untuk PTHL. Jadi daripada mereka masuk tapi tidak digaji lebih baik dirumahkan, sampai ada kebijakan pimpinan untuk anggaran itu. Kalau mereka masuk enggak jadi masalah,” ujarnya Selasa (13/8).

Hanya saja, kata dia, jika mereka (honorer) masuk tapi tidak dikasih tahu kalau anggaran perubahan tidak ada, kasihan.

“Jadi tidak diberhentikan, hanya dirumahkan sementara sampai Desember mendatang. Sedangkan untuk tahun depan, evaluasi dilakukan pada akhir tahun, nanti bakal ketahuan siapa yang enggak diteruskan,” ungkapnya.

Soal gaji yang tertunggak selama dua bulan belakangan, lagi-lagi menunggu adanya kebijakan pimpinan (gubernur) terkait penambahan anggaran.

“Karena pada dasarnya anggaran tidak ada karena efisiensi. Itupun juga bakal dialami satker lain, karena kebetulan saja kita yang duluan. Harapan dirumahkan itu kalau ada kebijakan, jalan keluar dari pimpinan. Kalau diberhentikan langsung, mereka tidak ada harapan lagi,” tutupnya.

Sebelumnya, Momen berpelukan Gubernur Arinal Djunaidi bersama istri Riana Sari Arinal usai mendapat surprise kue ulang tahun, Jum’at (9/8/2019), sayangnya tidak dibarengi dengan kebahagiaan honorer Pemprov Lampung yang sudah dua bulan tidak digaji bahkan terancam dirumahkan.

Ironi, memang. Air mata kebahagiaan dengan air mata kekecewaan, jelas dua sisi yang bertolakbelakang. “Surprise kue ulang tahun untuk Ibu Gubernur, sayangnya tidak ikut dirasakan oleh honorer Pemprov Lampung,” ujar salah satu sumber di lingkungan Pemprov Lampung.

Saat disinggung ada peristiwa apa di balik dua sisi air mata yang bertolakbelakang itu, sumber tersebut menuntun awak media agar mencari kebenaran kabar yang tengah santer di Biro Umum Pemprov Lampung. “Tuh, di Biro Umum udah banyak diberentiin honornya. Kasian ya,” tutur sumber itu.

Ia menambahkan, dari 35 honorer yang ada 15 diantaranya sudah menemui atasannya. “Mereka itu honorer yang baru-baru. Sistemnya ditelpon suruh nemuin, kemudian dijelasin atasannya bahwa sekarang defisit anggaran, jadi tidak bisa kasih gaji dua bulan ini,” ungkapnya.

Yang lebih memperhatikan, kata sumber itu, sejumlah honorer baru tersebut selain sudah dua bulan tidak menerima gaji. Juga terancam akan dirumahkan. “Enggak ada perasaan, padahal orang mau kerja bener-bener,” tutupnya. (Red)