Bentuk Perhatian Bupati Lamsel Ribuan Sembako Dari APBD Telah Tersalurkan

PODIUM,KALIANDA,-Diskominfo Lamsel – Distribusi sembilan bahan pokok (sembako) di 17 kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan berakhir pada hari ini, Senin (6/7/2020).

Di Kecamatan Kalianda, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mendistribusikan 2.740 paket sembako bagi masyarakat kurang mampu yang terdampak COVID-19.

Sembako yang akan disebar ke 28 desa di Kecamatan Kalianda itu, secara simbolis diserahkan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Qorinilwan, kepada Camat Kalianda, Zaidan.

Serah terima ribuan paket sembako itu, turut disaksikan pula anggota DPRD Lampung Selatan daerah pemilihan I, Halim Nasai dari Fraksi PAN dan Jenggis Khan Haikal dari Fraksi Demokrat.

Nampak hadir pula Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Eka Riantinawati, serta anggota dari Polsek dan Koramil Kecamatan Kalianda.

Menurut Qorinilwan, bantuan sembako itu akan diberikan kepada masyarakat yang belum pernah mendapatkan bantuan. Ribuan sembako itu dianggarkan melalui dana APBD.

“Ini bentuk perhatian dan kepedulian Bupati Lampung Selatan. Bantuan ini dianggarkan melalui dana APBD Kabupaten Lampung Selatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Qorinilwan menyampaikan, sembako yang berisi 5 Kilogram beras, 2 Kilogram gula, dan 1 Liter minyak goreng itu, akan langsung diberikan kepada masyarakat di desa.

“Akan langsung kami bagikan ke masyarakat yang memang sudah menunggu di desa. Jumlah penerima bantuan ini sesuai dengan usulan dari Desa,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Qorinilwan juga mengingatkan masyarakat, agar tetap menjaga kesehatan, memakai masker dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Tetap menerapkan protokol kesehatan. Pakai masker, cuci tangan setiap selesai beraktivitas, menjaga jarak. Intinya kita tetap jaga kesehatanlah,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Camat Kalianda, Zaidan mengungkapkan, dari 29 desa di Kecamatan Kalianda, terdapat 1 desa yang tidak mengusulkan nama untuk menerima bantuan. Dan ada pula desa yang mengusulkan dibawah 100 kepala keluarga.

“Ada satu desa yang tidak mengirim data. Jadi hanya 28 desa yang mengusulkan. Karena memang semua warga di desa itu sudah rata mendapatkan bantuan. Ini artinya, memang semua sesuai dengan ketentuan,” terang mantan Camat Bakauheni ini. (Kmf/Putri Maisuri/HSN)