Bertemu Pimpinan BUMD DKI, Arinal Bangun Kerjasama Untuk Penuhi Kebutuhan Pangan Jakarta

PODIUM, JAKARTA,- Usai melaksanakan kunjungan kerja ke sejumlah perusahaan pangan dan perusahaan pupuk di Provinsi Jawa Timur, Gubernur Lampung Ir. Arinal Djunaidi masih menyempatkan diri bertemu dengan sejumlah pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, di Hotel Dharmawangsa, Jumat malam (6/3/2020).

BUMD milik Pemprov DKI Jakarta yang melakuksn pertemuan dengan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yaitu, PT. Pasar Jaya, PT. Food Station, PT. Dharma Jaya, PT. Sarana Jaya.

Dalam pertemuan ini, Gubernur Arinal didampingi anggota Komisi II DPR RI Ir. H. Hanan A Rizak, MSi, Kepala Bappeda Ir. Fredy, MT, Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultira Ir. Kusnardi, Kadis Perkebunan Ir. Edy Yanto, Kepala Biro Perekonomian Elvira Umihanni dan sejumlah pejabat.

Sedangkan dari BUMD DKI yakni, Direktur Utama PT Darma Jaya, Johan Ramadhon, Direktur Utama PT Perumda Pasar Jaya, Arif Nasruddin, Direktur Utama PT Food Station Cipinang Jaya, Arief Adi Prasetyo.

Gubernur Arinal mengataksn, tujuan pertemuan dengan pimpinan BUMD DKI antara lain, untuk melakujan kerjasama penyediaan kebutuhan pangan dan sektor pertanian secara luas antara Provinsi Lampung dan Provinsi DKI Jakarta.

Kemudian, untuk memperluas akses pemasaran hasil pangan dari Lampung secara langsung, baik melalui mekanisme Govermment to Govermment (G to G) dan Bisnis to Bisnis (B to B).

Lanjut Arinal, dengan adanya kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani melalui jaminan pemasaran hasil pangan, sebagai bagian dari fasilitas Kartu Petani Berjaya (KPB).

“Semoga dengan adanya kerjasama ini dapat bermanfaat bagi kedua daerah dan tentu bermanfaat besar khususnya bagi Provinsi Lampung,” ujar Gubernur Arinal.

Dibagian lain, Gubernur Lampung Arinal menjelaskan, kebutuhan daging DKI Jakarta sekitar 150 ton per hari. Karena itu pasokan daging sapi dari Lampung sangat dibutuhkan.

Tingginya permintaan daging sapi membuat harga daging sapi mahal. Karena itu juga kebutuhan komoditas pokok. Dengan harapan komoditas pokok dari Lampung bisa disuplay ke DKI Jakarta. (Red)