Diduga Dikeroyok, Siswa SMP 1 Bandar Lampung Laporkan Rekannya

PODIUM, BANDARLAMPUNG, – Siswa SMP 1 Bandar Lampung kelas IX berinisial MPN didampingi 5 orang pengacara, Gindha Ansori Wayka, Thamaroni Usman, Deswita Apriyani, Iskandar dan Heris Kurniawan dari Lembaga Bantuan Hukum Cinta Kasih (LBH – CIKA) melaporkan rekannya ke Polda Lampung.

MPN diduga menjadi korban pengeroyokan oleh rekan satu sekolah yakni F, D, K dan R.

Laporan ini diterima oleh KA SIAGA 3 SPKT Polda Lampung dengan Laporan Polisi : LP/B-1899/XII/2019/SPKT tanggal 10 Desember 2019.

Gindha Anshori, pengacara MPN menjelaskan bahwa korban sebelumnya dipanggil dan ditarik oleh pelaku K untuk diajak ke kamar mandi.

Kemudian, korban dikeroyok oleh pelaku F dan R bersama rekan-rekan pelaku lainnya di kamar mandi (toilet) SMP 1 Bandar Lampung.

Selanjutnya, korban dipukuli secara bergantian oleh pelaku F dan R atas suruhan pelaku D. Kemudian, rekannya lainnya menjaga pintu toilet agar tidak ada yang masuk.

Adapun kronologis kejadian yakni sehari sebelumnya pada Senin(9/12) lalu, korban dan pelaku bermain futsal dalam rangka class meeting yang diadakan sekolah.

Selanjutnya, karena tidak sengaja korban dan pelaku D saling bertabrakan saat merebut bola dan korban menindih pelaku. Disaat itu juga, korban langsung minta maaf kepada pelaku D.

“Korban dikeroyok karena sehari sebelumnya tidak sengaja saling bertabrakan saat bermain futsal di lapangan dan menyebabkan keduanya terjatuh”, ujar Gindha di Mapolda Lampung.

Lebih lanjut, Advokat muda terkenal ini menerangkan bahwa Kliennya bisa meloloskan diri karena disuruh para pelaku untuk memangil kawan korban yang kemaren ikut bermain futsal.

“Karena korban disuruh memanggil kawan satu timnya, maka korban bisa meloloskan diri. Saat memanggil kawannya korban terjatuh dan pingsan karena dadanya sesak” tambah akademisi ini.

Saat sesak dan terjatuh, korban diselamatkan oleh beberapa kawannya, cleaning service dan guru sehingga korban dibawa ke ruang UKS untuk diobati.

” Korban lolos dari sekapan F dan R dan rekan-rekannya karena disuruh mencari kawannya yang kemarin bermain dan ikut menimpa pelaku D saat bermain” jelas Gindha.

Keluarga korban yang mendapat telepon dari sekolah langsung membawa korban ke Rumah Sakit Abdul Muluk Bandar Lampung untuk dilakukan pengecekan kesehatan karena korban mengeluh dada, punggung dan kepalanya sakit.

“untuk memastikan kondisi korban, sudah dilakukan visum et repertum oleh Pihak rumah sakit” papar Gindha.

Setelah dilakukan proses berobat di rumah sakit, keluarga korban melaporkan para pelaku ke Kepolisian Daerah Lampung agar diberi sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku. (Red)