Dokter Bedah RSUDAM Mogok Kerja, Arinal : Itu Hanya Hal Kecil

PODIUM, BANDARLAMPUNG – Aksi mogok kerja dokter bedah di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Muluk (RSUDAM) karena belum dibayarkan uang jasa medis selama enam bulan dianggap Gubernur Lampung Arinal Djunaidi sebagai permasalahan kecil.

“Itu hanya hal kecil, masalah internal saja. Sudah saya selesaikan,” kata Arinal saat di wawancarai, di ruang rapat gubernur, Jumat (6/9).

Kendati demikian, hal ini berbanding terbalik dengan pelayanan dirumah sakit plat merah tersebut. Sebab, berdasarkan sumber yang enggan disebutkan mengatakan adanya penolakan pasien-pasien bedah dari Rumah Sakit lain yang akan dirujuk ke RSUDAM tersebut. karena tidak adanya dokter bedah.

Akibat penolakan pasien bedah ke RSUDAM. Rumah sakit swasta di Bandar Lampung mengalami peningkatan permohonan rujukan bedah.

“Jadi RS lain diminta bisa menampung pasien rujukan yang ditolak RSUDAM itu,” ujarnya.

Menurut sumber tersebut tidak cairnya uang jasa medis bukan menimpa dokter bedah saja.

“Dokter paru sudah lebih dari 6 bulan, dokter umum kalau gak salah terakhir Desember 2018. Dokter Bedah lebih lama lagi makanya sampai akhirnya mereka memutuskan mogok,” kata dia.

Sementara, dari hasil putusan rapat SMF Bedah pada tanggal (2/9/2019) yang tertuang dalam nomor 140/SMF.B/X/2019 bahwa terhitung dari Rabu (4/9/2019) pelayanan Poliklinik Bedah (Beda Urologi, Bedah Orthopaedi,bedah umum, Bedah Onkologi, Bedah Anak, Bedah Syaraf, Bedah Plastik) di RSUDAM akan dihentikan.

Selain itu, permasalahan di SMF Poli Klinik anak juga mengeluarkan surat pemberhentian sementara pelayanan rawat inap seperti biasa. Karena jasa pelayanan yang belum sesuai dan berdarkan hasil rapat SMF Anak.

Pada surat tersebut mendapatkan dukungan dari delapan dokter spesialis anak yang memberhentikan pelayanan terhitung mulai Jumat (6/9/2019). (Red)