DPRD Lampung Bersama Yayasan Bina Mulya Dan PT 22 Fiqih Chandra Duduk Bareng, Ini Pembahasannya

PODIUM, BANDARLAMPUNG – Komisi V DPRD Provinsi Lampung melakukan pengecekan ke yayasan Pendidikan Bina Mulya (SMP, SMA, SMK) di jalan Badak, Sukamenanti, Kedaton pada Selasa (12/11).

Kunjungan ini terkait gangguan debu dan alat berat akibat pembangunan perumahan subsidi, oleh PT Dua-Dua Fiqih.

Dalam kunjungan itu, DPRD Lampung, bertemu pihak yayasan BM hingga Direktur Utama dari PT Dua-Dua Fiqih Chandra untuk membahas beberapa point.

Pertama, terkait asal mula pembangunan. Kedua, kompensasi untuk warga dan sekolah. Ketiga, keluhan debu dan alat berat, hingga jam operasional alat berat itu sendiri.

Dari hasil rapat tersebut, Ketua Komisi V DPRD sempat memberikan masukan agar adanya perubahan jam kerja alat berat (pakubumi) dengan tidak dijalankan bersamaan jam belajar.

Hasilnya, dari PT Dua-Dua Fiqih tidak bisa memindahkan jam penggunaan alat berat yang beroperasi dari pukul 07.00 WIB pagi hingga jam 17.00 WIB sore. Karena berbenturan dengan aturan di Disnaker.

“Kalau aturan Disnaker sampai jam 5 sore atau selama 12 jam kerja. Jadi, kalau sampai malam enggak mungkin. Ini kan kerjaan proyek bukan pribadi, kalau mau dipindahkan dari jam 3 sampai malam, karena di sini ada masyarakat,” kata Fiqih Chandra Direktur Utama Dua-Dua Fiqih, Selasa (12/11).

Jika saat ini alat berat memang sedang tidak bekerja, dan akan kembali aktif jika ada pengerjaan unit rumah baru, penyiraman debu dengan air pun sudah dilakukan oleh pengembang sehari dua kali.

“Ya, nanti akan dibahas lagi, ” Ujarnya.

Sementara Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung Yanuar Irawan mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan ke Disnaker terkait pemindahan jam operasional alat berat.

“Terpenting kita fokus ke peserta didik untuk mencari jalan keluarnya, ” katanya.

Jika nanti ketika alat berat kembali ditemukan dalam keadaan berbunyi dan mengganggu jam belajar siswa, pihaknya akan melakukan kajian, bahkan melakukan pemanggilan terhadap pemberi izin.

“Alat beratnyakan sekarang enggak jalan jadi enggak bisa kita lihat langsung,” katanya. (Red)