DPRD Lampung Ragu Potensi PAD Dari Pajak Kendaraan Bermotor Tercapai

PODIUM, BANDARLAMPUNG,  -Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung menyatakan potensi PAD yang bisa didapatkan dari pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sekitar Rp270 miliar.

Namun, Wakil Ketua Komisi III DPRD Lampung Noverisman Subing meragukan potensi itu bisa tergali maksimal.

“Saya yakin ini tidak mencapai target, karena saat ini yang masuk baru sekitar 26 persen dan memang ada beberapa hal atau alasan yang mendasar sehingga  tak tercapainya target,” katanya di DPRD Lampung, Kamis (1/7).

Alasan tak tercapainya target, pertama, kendaraan yang sudah terdata oleh Bapenda  ternyata tidak adalagi kendaraanya (sudah tak ada bekas barangnya atau bangkai kendaraan) sehingga otomatis pendapatan yang masuk berkurang.

“Dikarenakan ada beberapa kendala terutama bahwasanya kendaraan roda dua  maupun roda empat ada yang sudah terdata namun ternyata 50 persen itu barang bekasnya sudah tidak ada lagi,” kata dia.

Kedua, belum tercapainya target program pemutihan pajak 2021 ini juga tidak terlepas dari pandemi Covid-19 yang  berdampak ke perekonomian Lampung (perekonomian Lampung menurun).

“Memang situasi pandemi Covid-19 ini sangat mempengaruhi  perekonomian masyarakat di Lampung dan dampaknya terjadi penurun pendapatan atau pemasukan, jadi gimana mereka mau bayar pajak kalau ekonominya saja susah,” ujarnya.

Ketiga, terjadinya rentang kendali karena jauhnya akses masyarakat ke wilayah tempat pembayaran pajak atau gerai Samsat.

“Bayar pajak itukan jauh iya, kadang biayanya lebih besar daripada bayar pajaknya jadi wajib pajak malas untuk pergi. Maka dari itu, kedepannya DPRD Lampung minta bapenda untuk menambah armada kendaraan pembayaran pajak keliling  di kabupaten/kota supaya masyarakat lebih mudah melakukan pemutihan pajak kendaraan bermotor,” kata Noverisman.

Kepala Provinsi Lampung Adi Erlansyah mengatakan, kalau bicara masalah pencapaian target kita belum mengetahui akan tembus atau tidak.

“Kita kalau berbicara masalah target, belum tau akan tembus atau tidak. Tapi kita akan berusaha semaksimal mungkin, mungkin kita akan melakukan sosialisasi lebih gencar lagi kepada masyarakat terkait pemutihan,” kata dia. (*)