DPRD Lampung Terima Keluhan Fokkel

PODIUM, BANDARLAMPUNG, – Petani kerapu yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kerapu Lampung (Fokkel) kembali mengingatkan Pelindo cabang Lampung untuk mengganti rugi para petani sebesar Rp232 miliar.

Kali ini, petani kerapu mengadu kembali ke wakil rakyatnya di Lampung. Mereka bertemu dengan anggota DPRD Lampung di Novotel, Lampung, Rabu, 17 Februari 2021.

Bantu Masyarakat, LKN dan Kemhan Jajaki Kerja Sama CSR Bedah Rumah
Pertemuan dilakukan di sela acara Bimtek Komisi 1 DPRD Provinsi Lampung. Mereka bertemu dengan Ketua Komisi 1 DPRD Lampung Josi Rizal, Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Lampung Misbachun, Anggota Komisi 1 DPRD Lampung Watoni Nurdin, dan anggota DPRD Kota Bandar Lampung Fandy Chandra.

Sementara dari Forum Komunikasi Kerapu Lampung (Fokkel) diwakili oleh Ali Alhadar dan dari Pengacara LBH Nasional Bangun Sitepu.

Di pertemuan itu, wakil rakyat Lampung menangani keluhan para petani kerapu yang sudah 8 tahun menjadi korban Pelindo.

“Wakil rakyat yang terhormat. Tolong sampaikan ke Pelindo, mereka di pelataran merah, perlakukan kami sebagai manusia. Lihat perusahaan Sriwijaya. Mereka yang menjadi korban kecelakaan pesawat jatuh ke dasar laut, dicari mayatnya dan diantar ke rumah duka. Mereka bertugas seperti manusia. Jangan biarkan nasib kami seperti ini, “tuntut petani kerapu Ali Alhadar.

Menanggapi petani kerapu ini, wakil rakyat Lampung ini akan menindaklanjuti ke Pelindo Pusat untuk kembali mediasi dengan kedua belah pihak.

Pertemuan ini sekaligus mempertegas pertemuan sebelumnya yang digelar di Gedung DPRD Lampung, 25 November 2020. Dalam pertemuan mediasi dengan Pelindo Panjang tersebut belum ada kejelasan kapan pembayaran ganti rugi.(RED)