FSBKU-KSN Dukung Ancaman Hukuman Mati Untuk Koruptor Dana Covid -19

PODIUM, BANDARLAMPUNG, – Warga Lampung menyambut baik peringatan hukuman pidana mati oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk pemangku kepentingan yang kedapatan korupsi anggaran dana bencana penanganan pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Salah satunya datang dari Ketua Umum FSBKU-KSN, Yohanes Joko Purwanto yang mengaku sangat setuju dengan peringatan dari lembaga anti rasuah tersebut.

“Saya sangat setuju dengan ancaman hukuman pidana mati dari KPK. Biar tidak ada lagi yang berani maling-maling duit covid-19,”tegas Joko, Kamis (7/5).

Dengan begitu, pelaksanaan penanganan virus covid-19 bisa berjalan dengan maksimal dan masyarakat bisa merasakan kehadiran pemerintah yang pro rakyat.

“Ditengah permasalahan seperti ini, kami sebagai masyarakat sangat membutuhkan peran serta dan kehadiran pemerintah,”jelas dia.

Oleh karena itu, Joko berharap, aparatur hukum, baik Kejari, Kejati, kepolisian serta KPK bisa bersama-sama mengawasi penggunaan anggaran Covid-19.

“Disinilah baru terasa sinergitas peran pemerintah untuk masyarakat, khususnya Lampung,”harap dia.

Selain itu, saat ini dibutuhkan ketegasan dari pemerintah, baik tingkat provinsi, kabupaten dan kota untuk bersama-sama menetapkan sosial distancing serta physical distancing untuk mencegah penyebaran covid-19.

“Saya khawatir kalau pemerintah tidak tegas, Kemenkes bakal menambah daftar zona merah di kabupaten/kota se-Lampung. Jadi lebih baik cegah dari sekarang,”ungkap dia. (Red)