Gindha Anshori Desak KPK Terbitkan Sprindik Untuk Nanang Ermanto

PODIUM, BANDARLAMPUNG, –Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) Lampung mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) yang baru untuk Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto.

“KPKAD bersikukuh bahwa Nanang diduga terlibat dan turut menerima gratifikasi sebagaimana yang ia terima dari Zainuddin Hasan tersebut.Oleh karenanya yang bersangkutan harus diproses dan KPK harus segera menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru,”kata Ketua Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD), Gindha Anshori Wayka, Sabtu (27/3).

Langkah ini terlihat dari fakta persidangan Nanang Ermanto yang mengakui pernah menerima uang dari mantan Bupati Lamsel Zainudin Hasan. Sehingga, kata dia, ini masuk dalam rangkaian perbuatan dari Zainudin Hasan.

“Atas dasar itu, permasalahan ini masuk dalam rumusan rangkaian perbuatan yang dilakukan oleh Mantan bupati Zainuddin Hasan. Walaupun tidak diakui oleh Nanang bahwa ia tidak diperbolehkan main proyek.dengan dibancaknya proyek untuk beberapa rekanan yang nama-namanya ada di list,”ucap dia.

“Artinya di Lampung Selatan pada saat itu sudah diatur siapa pemilik pekerjaan atau perusahaan pengantin (pemenang),”tegas dia.

Walaupun tidak diakui oleh Nanang bahwa ia tidak diperbolehkan main proyek, dengan dibancaknya proyek untuk beberapa rekanan yang nama-namanya ada di list, artinya di Lampung Selatan pada saat itu sudah diatur siapa pemilik pekerjaan atau perusahaan pengantin (pemenang).

Menurut dia, perbuatan Nanang ini dapat dikategorikan sebagai pelaku yang diduga turut serta secara pidana dalam menerima dugaan Gratitifikasi dari berbagai pihak yang saat ini sedang bergulir di Pengadilan.

“Alasan Nanang bahwa yang bersangkutan menerima uang dari Zainuddin Hasan karena tidak diperbolehkan main proyek hal ini sangat tidak masuk akal. Karena tidak ada satu aturan perkenanpun yang dapat melegitimasi perbuatan tersebut adalah perbuatan yang tidak melanggar hukum,”jelas dia. (Red)