Humanika Sikapi Soal Seleksi KPID

PODIUM, BANDARLAMPUNG, – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  humanika Lampung ikut angkat bicara soal lolosnya anak dan adik koleganya dalam seleksi calon anggota KPID Lampung.

Anak Wakil Ketua Komisi I Mardani Umar dan adik kandung anggota Komisi I Mirzalie.

Ketua Humanika Lampung, Rudi Antoni mengatakan bahwa lembaga DPRD  dan Komisioner KPID adalah bagian dari penyelenggara negara sebagaimana ketentuan umum UU Nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih.

“Pernyataan ketua komisi satu DPRD provinsi yang menyatakan bahwa bukan perbuatan haram jika ada anak atau adik Anggota DPRD Komisi 1 yang lolos seleksi ini harus diluruskan. Soal halal dan haram itu untuk makanan domainnya lembaga sertifikasi Halal MUI. Sementara proses seleksi bukan soal Haram atau Halal tapi soal aturan yakni UU Nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan Negara yang bersih, Bebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme,”sindia dia.

Acil sapaan akrab Korpres humanika juga menyayangkan pernyataan Yozi yang mempunyai cita-cita reformasi yakni negara yang sejahtera bebas dari KKN tapi lupa akan cita-cita dan perlu diingatkan kembali, Bahwa dengan lolosnya komisioner yang mempunyai hubungan darah (kakak beradik, anak dan bapak) merupakan adanya dugaan unsur dari Nepotisme.

“Seleksi KPID yang patut diduga ada unsur nepotisme dianggap gugur dan merupakan Perbuatan Melawan hukum pasal 5 ayat 5 dan tindakan ini bukan hanya diancam sanksi adminstrasif juga diancam sanksi pidana dalam Pasal 22 yakni paling singkat dua tahun penjara tandasnya. (Rls)