Ini Kata Masyarakat Lampung Soal Timsel Loloskan Istri Komisioner Daftar Anggota KPU

PODIUM, BANDARLAMPUNG – Masyarakat Lampung mempertanyakan alasan Tim Seleksi (Timsel) meloloskan pendaftaran calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memiliki ikatan perkawinan dengan komisioner setempat.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum FSBKU-KSN Yohannes Joko Purwanto. Menurut Joko, Langkah itu bertentangan dengan UU No 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum, Pasal 21 ayat 1 Huruf o berbunyi tidak berada dalam ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara pemilu.

Kemudian, PKPU 17 tahun 2018 Pasal 19 ayat 1 angka 8 yang berbunyi tidak berada dalam ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara pemilu.

“Padahal peraturan itu dibuat untuk menjaga kemandirian, kehormatan dan netralitas penyelenggara pemilu. Tetapi kenapa masih diperbolehkan,”tanya Joko, Senin (2/9).

Oleh karena itu, semestinya timsel tidak ada alasan untuk memperbolehkan atau meloloskan seseorang mendaftar sebagai calon peserta KPU yang memiliki ikatan perkawinan dengan komisioner setempat.

“Ikatan perkawinan itu bukan berlaku setelah menjadi KPU. Tetapi menjadi persaratan awal untuk mendaftar KPU yang ditanda tangani materai 6000,”ungkapnya.

“Kita berharap Timsel dapat mengkaji lagi dalam setiap langkah maupun tindakan agar menghasilkan atau menciptakan calon anggota KPU yang tidak bertentangan dengan aturan,”ucapnya. (Red)