Ini Latar Belakang Calon Wakil Yusuf Kohar di Pilkada Tahun 2020

PODIUM, BANDARLAMPUNG – Ratusan warga Pematang Wangi, Tanjung Senang antusias menghadiri sosialisasi Bakal Calon Walikota Bandarlampung Yusuf Kohar, Minggu (23/2).

Sosialisasi ini untuk mendengarkan aspirasi dari warga setempat dan akan direalisasikan jika kembali dipercaya memimpin Kota Tapis Berseri periode 2021-2025 mendatang.

“Disini, saya untuk mendengar aspirasi dari rakyat. Aspirasi ini akan saya wujudkan jika menang di pilkada pada September 2020 nanti,”kata dia.

Dalam kegiatan ini, ada beberapa keluhan yang disampaikan warga setempat kepada kader partai pimpinan M. Ridho Ficardo.

Adapun keluhan masyarakat tersebut, kata Wakil Walikota Bandarlampung ini, yakni sering terjadinya banjir. Kedua, Program Keluarga Harapan (PKH) dan perbaikan infrastruktur lingkungan.

Tak hanya itu, Ketua Apindo Lampung ini juga bakal kembali menggratiskan pendidikan, perbaikan fasilitas sekolah dan kecukupan para tenaga pendidik.

“Target ketika nantinya saya jadi walikota. Saya akan melakukan perbaikan Infrastruktur lingkungan dan normalisasi sungai untuk mencegah banjir. Untuk pendidikan, di zaman saya nanti, gratis dan mantap,”ungkap dia.

Untuk mewujudkan itu, kata dia, dibutuhkan perencanaan yang baik untuk efisiensi anggaran dan hasilnya efektif untuk masyarakat.

“Makanya harus buat perencanaan yang efisien dan efektif. Kalau kira-kira kita gak butuh fly over, ya gak usah,”ungkap dia.

Selain itu, ia juga mengklaim telah memiliki nama yang akan mendampinginya di pilkada nantinya. Saat disinggung, soal nama, Yusuf Kohar masih enggan untuk menyebutkannya.

“Saya sudah memiliki nama calon wakil dari kalangan politisi. Tinggal menunggu perahu dari parpol saja. Jika parpol menginginkan nama lain untuk wakil saya, itu lain cerita. Tentunya kita bakal ikut dari parpol koalisi,”ungkap dia.

Dilain sisi, ia mengimbau agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) baik camat, lurah ataupun ketua Rukun Tetangga (RT) untuk tidak menghalang-halangi hak politik seseorang.

“Camat, Lurah dan ketua RT jangan coba-coba menghalangi hak politik orang. Karena semua calon kepala daerah mesti kenalan dengan masyarakat,”ungkap dia.

Selain itu, ia juga mengajak para calon kepala daerah untuk tidak saling klaim mendapatkan perahu dari parpol.

“Semua masih dalam proses. Kalau rekomendasi sudah keluar, baru ngomong. Jadi jangan saling mendahului,”ketusnya. (Red)