Ini Penyelesaian Konflik Agraria Di Mesuji Versi Alzier

PODIUM, BANDARLAMPUNG – Konflik agraria register 45 di kabupaten Mesuji diprediksi bakal terus berlanjut jika pemerintah tidak segera mencari solusi penyelesaian dari permasalahan tersebut.

Permasalahan ini turut menjadi perhatian Mustasyar NU Wilayah provinsi Lampung M.Alzier Dianis Thabranie. Menurutnya  untuk menyelesaikan permasalahan ini tentunya dengan dibuat kerjasama antara perusahaan, masyarakat, pemkab Mesuji,  aparat keamanan dan tokoh adat setempat dalam mengelola lahan tersebut.

Selama ini kawasan tersebut telah diserahkan ke Inhutani sebagai pengelolaannya telah berjalan dengan sangat baik. Inhutani bekerjasama dengan perusahaan besar Lampung mengelola lahan Register 45 jadi perkebunan singkong.

“Lihat saja ketika memasuki hari raya Idul Fitri perusahaan-perusahaan swasta yang ada bekerjasama mengelola lahan tersebut bersama Inhutani untuk membina dan banyak membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat,”ungkapnya.

Kalaupun ada konflik antara masyarakat, kata Alzier, itu menjadi tanggungjawab pemerintah kabupaten Mesuji.

Bahkan, Alzier berpendapat, jika Plt Bupati Mesuji Saply TH tidak mampu menyelesaikan permasalahan di wilayahnya, semestinya jangan pernah ada keinginan menjadi kepala daerah.

“Itu menjadi tanggungjawab lurah, camat dan bupati Mesuji untuk membinanya. Jangan dikit-dikit melibatkan pemprov Lampung, kalau tingkat koordinasi tidak ada masalah. Dengan begitu otonomi daerah bisa berjalan sebagaimana mestinya,”ungkapnya.

“Kalau memang tidak mampu menyelesaikan permasalahan diwilayahnya, ya jangan jadi bupati supaya register 45 tidak terjadi konflik lagi kedepannya,”pungkasnya. (TM)