Kelengkeng Pewarna Berbahaya Ditemukan LSM Geram Banten Dipasar Kalianda

PODIUM, LAMPUNG SELATAN,- Pedagang buah dipasar tradisional Inpres Kalianda, menjual buah Kelengkeng yang telah di rendam dengan bahan tambahan pewarna makanan berwarna kuning cerah, upaya itu dilakukan demi menarik minat pembeli para konsumen.

Perendaman buah kelengkeng dengan menambahkan pewarna makanan, yang dilakukan oleh pihak karyawan perkebunan budidaya buah kelengkeng yang berada di dusun Suka Cayi Desa Suka Tani Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) ini telah lama dilakukan, sejak dua tahun lalu.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Geram Banten Indonesia DPC Lampung Selatan, selaku mata dan telinga masyarakat, melakukan Investigasi langsung dilokasi pedagang buah pasar Impres Kalianda, untuk memastikan keakuratan hasil temuan, Minggu (21/03/2021).

Ketua LSM Geram Banten Indonesia DPC Lamsel Sahlan Mengungkapkan , berawal pada Sabtu malam 20 Maret 2021 , sekitar Jam 20: 15 Wib , dirinya saat membeli buah kelengkeng dari salah satu pedagang buah yang ada di pasar Impres Kalianda.

” Waktu malam Sabtu saya membeli buah kelengkeng di pasar Inpres Kalianda, sesaat kemudian saya Pulang dan sesampainya saya rumah, saat saya mengupas kulit buah kelengkeng tersebut jari dan telapak tangan saya justru berwarna kuning”, Seraya memperlihatkan telapak tangannya.

“Lalu saya mencoba mencuci tangan dengan Soklin namun tidak juga hilang, kembali saya cuci tangan memakai sabun cuci lain, alhasil warna kuning yang melekat di jari dan telapak tangan saya tidak juga hilang”, Lanjut Sahlan.

Tidak hanya sampai disitu saja, naluri dan keingin tahuan serta rasa penasaran, Sahlan kembali mengupas kulit biji buah kelengkeng yang lain.

“Saya kupas kembali biji kelengkeng yang lain, karena saya ingin tahu seperti apa isinya, ternyata isi didalamnya pun berwarna sama dengan kulitnya berwarna kuning cerah, saya pun tidak berani untuk memakannya kembali, karena ada rasa khawatir dan takut akan dampak dari pewarna yang ada di buah itu”, Ungkap Sahlan.

Saat di temui LSM Geram Banten Indonesia DPC Lamsel, Salah satu penjual buah kelengkeng (Identitas penjual di rahasiakan), di pasar Inpres Kalianda mengatakan, Tidak tau kalau buah kelengkeng tersebut telah di beri pewarna makanan.

“Saya sudah lama menjual buah kelengkeng ini, tapi saya tidak tau kalau buah tersebut sudah di beri pewarna makanan, karena selama ini belum pernah ada pembeli yang menyampaikan hal seperti itu”, Jelasnya.

“Setelah adanya komplain ini, saya baru mengetahui, dan apa yang disampaikan benar adanya, apa lagi setelah saya coba pegang buah kelengkeng tersebut ternyata benar membekas warna kuning di jari saya, saya hanya memesan atau mengambil langsung buah tersebut dari pihak penyedia barang, itu pun terakhir kemaren sore (Sabtu 20 Maret 2021), mereka (karyawan perkebunan) yang mengantar langsung buah kelengkeng tersebut kepada saya”, Tutupnya.

Ditempat yang berbeda, saat di temui langsung oleh LSM Geram Banten Indonesia DPC Lamsel beserta awak media dilokasi perkebunan kelengkeng, pihak pekerja atau karyawan tersebut menjelaskan dan membenarkan apa yang telah karyawan lakukan, mencampur pewarna makanan dengan buah kelengkeng yang baru di petik, yang berbungkus plastik bening tanpa tertera Merk dan tanpa Keterangan pakai atau komposisi pakai.

“Benar pak, kami melakukan ini , mencampur pewarna makanan dengan buah kelengkeng yang baru kami petik, namun ini atas permintaan pedagang tersebut”, Sanggahnya.

“Kami sudah lama melakukan dengan cara mencelupkan atau merendam buah kelengkeng itu dengan pewarna makanan tersebut di dalam wadah Bak Warna hitam, karena atas anjuran Boss kami pak”, Terangnya.

Hingga Berita di terbitkan pemilik perkebunan buah kelengkeng yang terletak di dusun Suka Cayi desa Sukatani kecamatan Kalianda , belum bisa menjelaskan prihal tersebut.(HSN)