Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Lampung Ancam Bongkar Pekerjaan Rekanan

PODIUM, BANDARLAMPUNG – Balai Prasarana Permukiman Wilayah Lampung bakal memanggil kontraktor rehabilitasi dan renovasi sarana prasarana Sekolah Dasar (SD) 2 Pekon Bumi Arum, Kabupaten Pringsewu.

“Nanti kita panggil kontraktornya. Kan kita juga selalu mengkroscek setiap pengaduan yang ada. Tetapi setiap minggu kita juga rutin memonitoring pekerjaan yang ada,”kata Marya Duni Isa Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Lampung, Jumat (20/9).

“Jadi kalau proyek itu sesuai, ya kita bayar. Tetapi kalau tidak sesuai ya kita bongkar,”ungkapnya.

Pihaknya mengaku akan membongkar pekerjaan kontrakor yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang sudah ditentukan dalam kontrak.

“Ini sebagai bentuk pertanggungjawaban dan laporan kami ke pemerintah pusat yang sesuai dengan titik koordinat melalui foto dan video,”ungkapnya.

Adapun beberapa pekerjaan yang dibongkar lantaran dinilai tidak layak, ia mencontohkan, di wilayah Sukadana Ilir Timur, Mesuji.

“Bahkan waktu ada nama kontraktornya Rudi Asing, saya suruh bongkar lagi paving sepanjang 700 meter. Karena tidak sesuai,”ungkapnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya saat ini tengah menjalankan program rehab sarana prasarana Pendidikan, Olahraga dan Pasar (POP) hampir se-provinsi Lampung.

“Jadi provinsi Lampung mendapat kepercayaan untuk melakukan rehab berat disekitar 131 sekolah se-provinsi Lampung,”ungkapnya.

Sebelumnya, Dana yang bersumber dari Kementerian PU-PR untuk rehabilitasi dan renovasi sarana prasarana Sekolah Dasar (SD) 2 Pekon Bumi Arum, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, diduga realisasi pembangunan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang sudah ditentukan dalam kontrak.

Pasalnya dugaan menguat, terindikasi PT Dian Citra Indonesia telah melakukan praktik akal-akalan dalam pengaturan adukan semen dan pasir.

Hal itu, dikatakan warga disekitar SD 02 Pekon Bumi Arum saat sedang melihat awal pekerjaan pembangunan. Mulai dari penggalian tanah untuk pondasi selasar dan Toilet (WC) cukup dangkal, selain itu juga saat pemasangan batu belah untuk pondasi tidak diberikan hamparan pasir terlebih dahulu.

“Saya sih hanya melihat aja”, ujar JM, Selasa (18/09).

Selain tidak adanya hamparan pasir sebelum pemasangan batu pondasi, juga dari hasil investigasi wartawan media ini di dua tempat berbeda. Terpantau secara kasat mata, pengarahan pengaturan campuran material tidak sesuai RAB.

Namun, dalam praktik di lapangan PT DCI menggunakan hitungan perkiraan antara campuran semen 1 ember dan 7 ember pasir untuk pemasangan pondasi dan pemasangan bata dinding.

Terpisah, Edi pelaksanaan PT Dian Citra Indonesia saat dikonfirmasi via telepon seluler mengatakan, pihak sudah mengerjakan sesuai dengan petunjuk dan keterangan dari gambar.

“Untuk pengguna kolom besi 6 mm, besi 8 mm, dan besi 12 mm. Tidak ada pengurangan volume”, kilahnya.

Ia juga menambahkan, penggalian tanah untuk pondasi pun sudah dikerjakan sesuai dengan prosedur gambar.

“Adapun temuan teman-teman media, saya akan melakukan kordinasi terlebih dahulu dengan kepala tukang, soalnya, untuk pringsewu ada dua tempat, di SD 01 Pekon Sinar Baru dan SD 02 Pekon Bumi Arum”, tutupnya.

Untuk diketahui, PT Dian Citra Indonesia (DCI) sebagai pemenang tender rehabilitasi dan renovasi sarana dan prasarana Sekolah di Kabupaten Pringsewu, Tanggamus dan Kabupaten Pesawaran.

Berdasarkan informasi dari sistem layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Kementerian PU-PR untuk alokasi anggaran rehabilitasi dan renovasi sekolah Rp17 Miliar, dan dimenangkan PT DCI sebagai pemenang kontrak dengan penawaran terendah Rp14,2 Miliar.

Hal itu juga diperjelas dengan adan papan informasi, tertulis Rp 14,2 Miliar untuk 9 lokasi sekolah yang berada di tiga Kabupaten, diantaranya SD 2 Punduh Pidada, SD 8 Punduh Pidada, SD 16 Negeri Katon, SD 39 Negeri Katon, SD 1 Sinar Baru, SD 2 Bumi Arum, SD 1 Gunung Tiga, SD 1 Tanjung Begelung dan SD Padang Manis. (Red)