KKN Mahasiswa IAIN Didesa Pauh Akan Fokuskan Kependidikan dan Wisata

PODIUM, LAMPUNG SELATAN,- Kuliah kerja Nyata (KKN), yang dilaksanakan 10 Orang Mahasiswa berasal dari Universitas Institut Agama Islam negeri (IAIN) metro, kedesa Pauh Tanjung Iman Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

Saat ditemui pihak media para mahasiswa KKN sedang berbincang dan berkonsultasi dengan Sekretaris desa (Sekdes) dikantor desa Pauh Tanjung Iman, Rabu (20/01/21).

Bayu selaku ketua kelompok Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) KKN Universitas IAIN Metro mengatakan, siap berpartisipasi mendampingi dan memberikan pelajaran dalam hal pendidikan dan akan bersenergy beraktifitas dengan masyarakat desa Pauh Tanjung Iman.

“Kami mahasiswa dari IAIN Metro sudah tiga hari ini berada di desa Pauh Tanjung Iman, sejak tanggal 18 januari kemaren hingga tanggal 26 pebruari 2021 mendatang, kami melaksanakan kegiatan KKN ini sejak hari senin kemaren, dimana kami masih mencari potensi apa yang ada didesa ini, dalam satu Minggu kedepan kami akan mulai aktif dan menjadwalkan kegiatan kegiatan kami dan akan selalu turut berpartisipasi dalam kegiatan yang ada dimasyarakat desa ini”, Ungkapnya.

“Alhamdulillah kemaren kami dipercaya untuk mendampingi serta memberikan pelajaran kepada adek adek kita ditaman bermain, pendidikan anak usia dini (paud), serta turut berpartisipasi mengajarkan adek adek yang ada Taman Pengajian Al-Qur’an (TPA) dusun 03 dan insyaallah nanti sore juga kami akan ikut berpartisipasi bergabung melaksanakan senam yang akan di laksanakan ibu ibu PKK”, Ujar Bayu.

Semoga dengan adanya kegiatan belajaran teori secara langsung ini, mampu dipahami dengan mudah dan mampu menambah semangat belajaran adek adek kita yang ada di paud maupun yang ada di TPA desa Pauh, di mana saat ini kita semua mengetahui belum bisa melaksanakan kegiatan mengajar dengan bertatap muka”, Harap Bayu.

Hal yang sama juga Anton Gusrian menyampaikan, dimana desa Pauh Tanjung Iman mempunyai potensi alam Wisata yang sangat bagus dan nyaman dan mempunyai produksi lokal seperti kripik pisang , kedepanya akan diupayakan untuk Hak paten atau hak cipta produk lokal.

“Didesa Pauh Tanjung Iman mempunyai potensi alam Wisata pantai semukuk indah, yang sangat indah, nyaman dan aman terutama bagi wisatawan yang akan melakukan kegiatan ngecamp, otomatis wisatawan lokal akan berdatangan kepantai ini dan tidak menutup kemungkinan wisatawan asing pun akan datang menikmati suasana indah, nyaman dan aman pantai semukuk indah ini”, Papar Anton.

Disaat yang sama Putri pun menambahkan dalam hal pendidikan, “Sangat penting mengenalkan serta mengajarkan pendidikan bahasa asing (bahasa Inggris) kepada adek adek Paud dan memberikan pelajaran bagai mana cara beretika menyapa dan menyambut wisatawan, karena wisata dan pendidikan terutama bahasa asing tidak bisa dipisahkan demi semakin majunya potensi wisata tersebut” Pungkasnya.

Maharuddin selaku kepala desa pauh tanjung iman mengatakan, kedatangan para mahasiswa KKN dari Universitas IAIN Metro kedesa Pauh Tanjung Iman, sangat saya dukung untuk memberikan peluang terhadap mahasiswa, guna menerapkan ilmu prakteknya kemasyarakat desa.

“Dengan peluang yang kami berikan kepada adek adek KKN di desa Pauh Tanjung Iman ini, guna menerapkan ilmunya yang mereka peroleh di Universitas untuk mempraktekkan ilmu mereka¬† secara langsung kepada masyarakat, terutama ilmu agama sesuai ilmu yang mereka pelajari, yang akan di terapkan semoga mampu mengajak masyarakat desa ini untuk lebih memahami dan lebih maju lagi kedepannya”, Harap Maharuddin.

Selain dari pada itu mereka ingin mengetahui bahan bahan serta ingin memberikan pelajaran bagaimana cara pembuatan kripik pisang yang bahan bakunya ada didesa pauh ini, tidak hanya bahan baku pisang, mungkin bahan baku lain seperti singkong dan lainnya untuk dijadikan kripik sebagai produk lokal masyarakat, Insyaallah mereka akan menyiapkan tenaga pengajar dan mereka berencana akan membantu proses sampai kepemasarannya”, Tambahnya

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada mahasiswa KKN IAIN Metro telah mempercayai dan memilih desa kami sebagai penerapan atas pengabdian mereka terhadap desa kami”, Tutup Maharuddin. (HSN)