Komisi V DPRD Lampung Minta Arinal Beri Teguran Keras RSUDAM

PODIUM, BANDARLAMPUNG, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung meminta Gubernur Lampung Arinal Djunaidi untuk memberi teguran keras Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM).

Langkah ini untuk menjawab kejadian meninggalnya pasien DBD (Demam Berdarah Dengue) atas nama Muhamad Rezki Mediansori (21), warga Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas, Lamsel.

Dugaan sementara, pasien tidak diberikan pelayanan gawat darurat sebagaimana semestinya dari pihak RSUD Abdul Moeloek meski yang bersangkutan merupakan nasabah BPJS, Senin (10/2).

“Dari informasi yang diterima, pelayanan gawat darurat kepada Almarhum Muhammad Rezki Mediansori tidak sesuai standar pelayanan kegawat daruratan. Pasien seperti di pingpong padahal dalam kondisi kritis,”kata Anggota Komisi V DPRD Lampung, Syarif Hidayat, Rabu
(12/2).

Jika benar bahwa RSUD Abdul Moeloek tidak memberikan pelayanan gawat darurat yang semestinya, maka RSUD Abdul Moeloek melanggar Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2018 tentang Kewajiban Rumah Sakit.

Pada pasal 2 ayat (1) menyatakan bahwa setiap rumah sakit mempunya kewajiban, diantaranya adalah memberikan pelayanan gawat darurat kepada pasien sesuai dengan kemampuan pelayanannya.

Selanjutnya, menurut pasal 7 ayat (1) dijelaskan bahwa kewajiban Rumah Sakit memberikan pelayanan darurat kepada Pasien sesuai dengan kemampuan pelayanannya pada IGD/ Instalasi Gawat Darurat berupa triase dan tindakan penyelamatan nyawa (live saving) atau pencegahan kecacatan.

Syarif juga mengatakan bahwa berdasar aturan tersebut triase terkait dengan tindakan awal atau skrining secara cepat terhadap pasien yang dating ke IGD untuk mengidentifikasi kegawatdaruratan dan prioritas penanganan.

“Yang jadi pertanyaan adalah, sejauh mana tindakan triase ini dilakukan oleh pihak RSUD Abdul Moeloek terhadap pasien tersebut sehingga ikhtiar manusiawi tersebut berdampak kepada penyelamatan nyawa atau _life saving,” ungkap Aleg PKS Kota Bandar Lampung 2014-2019.

Namun demikian, menurut Aleg DPRD Lampung dapil Kota Bandar Lampung ini, jika dirinya bersama Komisi V DPRD Lampung, terlebih dahulu akan melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait seperti RSUD Abdul Moeloek untuk memastikan informasi yang diterima, juga dengan BPJS.

“Insya Allah Kamis 13 Februari mendatang akan dilakukan Rapat Dengar Pendapat dengan pihak-pihak terkait,” pungkas Syarif Hidayat. (Tim)