KPK Bakal Panggil Nunik Di Sidang Kasus Mustafa

PODIUM, BANDARLAMPUNG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memanggil Chusnunia Chalim sebagai saksi dalam sidang perkara mantan bupati Lampung Tengah, Mustafa.

“Ya, dalam kasus sidang perkara Mustafa. Nanti diinfokan lagi kalau sudah masuk persidangan,”kata JPU KPK RI Ali Fikri, Kamis (17/10).

Diketahui, Chusnunia Chalim diduga turut berperan dalam pengupayaan Mustafa dalam memperoleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai perahu politiknya di Pilgub 28 Juni 2018 lalu.

Bahkan orang nomor 1 PKB Lampung ini juga turut andil untuk mempertemukan Mustafa dengan ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar.

Pertemuan itu demi memastikan agar partai berbasis islam tersebut mengelurkan rekomendasi di ajang pesta demokrasi lima tahunan tingkat provinsi untuk ketua DPW Nasdem.

“Ok, gak ada masalah. Kita dukung,”kata Muhaimin seperti dituturkan Mustafa pada Berita Acara Pemeriksaan dan sidang perkara, Senin (7/10) lalu.

Setelah bertemu dengan Chusnunia Chalim di Rumah Dinas dan Kediamannya terkait niat pencalonan Gubernur Lampung, Mustafa mengaku dalam persidangan dipertemukan dengan Muhaimin alias Cak Imin Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa.

Mustafa saat dipertemukan dengan Cak Imin mengungkapkan permintaan dukungan PKB kepadanya untuk menjadi Calon Gubernur Lampung.

“OK gak ada masalah, kita akan dukung,”ujar Muhaimin seperti dituturkan oleh Mustafa dalam persidangan.

Fakta persidangan tersebut juga menyeret beberapa nama petinggi PKB Lampung. Diantaranya adalah Khaidir Bujung dan Midi Ismanto yang saat itu keduanya merupakan anggota Fraksi PKB Lampung.

Pada persidangan itu Mustafa dihadirkan sebagai saksi. Uang tersebut digunakan Mustafa untuk membeli perahu saat pencalonan dirinya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung 2018 lalu atas permintaan petinggi PKB Lampung.

Mustafa mengatakan, Rp14 Miliar dia peroleh dari pinjaman ayah kandungnya, kerabat dan menggadaikan aset pribadi. Setelah terkumpul uang tersebut lalu diserahkannya kepada dua orang petinggi PKB Lampung pada 2017 lalu.

“Namun kenyataannya PKB mengingkari dan mengkhianati saya. Saya hanya dimanfaatkan, dipermainkan dan dibohongi oleh CH, karena ternyata CH sendiri yang maju sebagai wakil gubernur,” ungkap Mustafa.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sobari usai persidangan juga membeberkan keterangan Mustafa.

“Pada sidang terungkap Mustafa menyerahkan dana Rp18 Miliar ke PKB sebagai mahar. Namun uang tersebut telah dikembalikan sebesar Rp14 Miliar yang merupakan uang pribadi Mustafa, sedankan Rp4 Miliar yang bersumber dari ijon proyek belum dikembalikan,” ungkap Sobari.

Pada sidang perkara Simon Susilo dan Budi Winarto alias Awi, lanjut Sobari, Mustafa juga membenarkan adanya pengumpulan uang sebesar Rp12, 5 Miliar. Dari Simon Rp7,5 Miliar dan dari Awi Rp5 Miliar berdasarkan laporan Kadis Bina Marga Taufik Rahman.

“Mustafa hanya menerima laporannya saja. Sementara uangnya mengalir ke anggota DPRD Lampung Tengah,” ungkapnya.(Red)