Lewat Fashion, Pemkab Tanggamus Bakal Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

PODIUM,TANGGAMUS, – Pemerintah Tanggamus terus berupaya meningkatkan ekonomi masyarakat di kabupaten berjuluk Tapis Sai Tanggom melalui ekonomi kreatif bidang fashion.

Langkah ini diwujudkan dengan mengirimkan perwakilan untuk mengikuti Lampung Fashion 2020 dengan tema The Treasure Of Tanah Lado. Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang digelar setiap akhir tahun ini dibuka oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi diwakili oleh Plt asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Lampung Taufik Hidayat.

“Dekranasda Kabupaten Tanggamus mengirimkan perwakilan untuk memeriahkan Lampung Fashion 2020 dengan menampilkan bahan dari tenun ikad yang di sulam dengan tapis yang merupakan hasil kerajinan Tanggamus binaan dari dekranasda kab tanggamus, dari sanggar puteri tapis yang memproduksi bahan terebut. Kemudian di design oleh perancang puteri tapis,”kata kadis Parbudpora Hj. REtno Noviana St.MT mendampingi Ketua Dekranasda Tanggamus Nur Aini Hamid Lubis, Kamis (26/11).

Hal ini menjadi salah satu langkah dari dekranasda Tangggamus untuk memanjukan UMKM di kabupaten Tanggamus dalam meningkatkan perekonomian daerah.

“Tujuan kita untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, salah satunya mengikuti event ini,”ucap dia.

Ia berharap, kegiatan ini menjadi awal dunia fashion di Tanggamus untuk melahirkan banyak designer baru.

“Ada beberapa designer di kabupaten Tanggamus. Mudah-mudahan dengan ada nya kegiatan ini, kedepan Tanggamus memiliki banyak designer,”ungkap dia.

Sementara itu, Plt asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Lampung Taufik Hidayat mengucapkan terima kasih kepada
para desainer Kabupaten/ kota yang telah hadir untuk berpartisipasi di acara ini.

“Dengan semangat ekonomi kreatif, bidang fashion terus berkarya di tengah pandemi Covid-19,”ungkap dia.

Wabah covid 19 tengah melanda Indonesia dan dunia serta berdampak cukup serius dibidang ekonomi, tak terkecuali bidang fashion.

Pemerintah pusat dan daerah berusaha menanggulangi dampak ekonomi melalui berbagai program, salah satunya ekonomi kreatif yang bisa berdampak luas untuk kesejahteraan masyarakat.

“Karena ekonomi kreatif ini bisa digeluti siapa saja, dimana saja, tanpa mengeluarkan banyak modal dan tidak tergantung pada usia,”ucap dia.

Untuk menanggulangi wabah Covid-19 ini, kata dia, Indonesia memiliki 16 sub sektor, salah satunya ekonomi kreatif, bidang kuliner dan fashion.

Sementara itu, Fashion Lampung berkembang pesat lewat kearifan lokal, sulam usus, tapis dan batik Lampung. Ditangan desainer untuk diaplikasi menjadi karya menarik dan modern,”jelas dia.

“Saat ini kita patut berbangga salah satu kearifan lokal Lampung, tapis telah mendunia dan exist di event nasional serta internasional serta memenangkan banyak pujian dunia,”ujar dia.

“Perkembangan fashion Lampung bersumber dari kekayaan kearifan lokal dan budaya dan menjadi bagian dari kepribadian serta identitas masyarakat dijadikan bahan baku proses kreasi dan produktif,”ucap dia

Kendati demikian, hasil capaian itu tidak boleh membuat kita untuk berbangga hati. Tetapi,
harus menjadi energi baru untuk lebih kreatif, inovatif dengan menggali kearifan lokal Lampung agar diterima di pasaran internasional.

“Jadi kita harus berlomba untuk meningkatkan daya saing agar tidak menjadi penonton melalui karya Lampung yang dibuat dan ditamapilakan orang lain, tetapi kita harus berbuat,”ucap dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemprov Lampung edarwan menjelaskan bahwa acara ini merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap memasuki akhir tahun.

“Ini merupakan suatu bentuk apresiasi ke perancang desainer Lampung yang sudah berkarya. Tentunya ini satu moment untuk menampilkan hasil kreasi perangcang Lampung,”kata Edarwan.

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pariwisata Pemprov Lampung bekerjasama dengan dekranasda Lampung ini berharap agar
acara ini tidak saja memberi manfaat ke desainer, tetapi bisa memberi manfaat ke masyarakat dan pemerintah Lampung.

” Kami laporkan secara nasional ditetapkan bahwa fashion merupakan produk unggulan Lampung pertama, kemudian disusul kuliner. Tentunya penilaian ini menurut hasil pengamatan pemerintah pusat. Tentunya semua itu berkat desainer dengan difasilitasi oleh Dekranasda Lampung,”jelas dia.

Ketua Dekranasda Lampung Riana Sari menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan ini atas kerjasama antara pemprov Lampung melalui Dinas Pariwisata bekerjasama dengan Dekranasda .

“Saya sebagai ketua dekranasda menyambut baik dan memberi apresiasi atas terselenggaranya acara ini,”ujar dia.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para desainer yang turut hadir dan memeriahkan kegiatan ini.

“Terima kasih pada desainer dari Kabupaten/ Kota yang telah hadir dan ikut berpartisipasi. Semoga dengan semangat ekonomi kreatif, bidang fashion terus berkarya di tengah Pandemi Covid-19,”ucap dia. (Rls)