LSM Geram Banten Minta Dinas Terkait Tindak Tegas PT. Aplikanusa Lintasarta

PODIUM, KALIANDA, LAMPUNG SELATAN,- Pekerjaan pemasangan tiang besi jaringan internet Indosat di wilayah Kalianda kecamatan Kalianda kabupaten Lampung Selatan diduga ilegal (Tanpa mengantongi surat izin) dan melanggar Undang Undang tentang telekomunikasi nomor 36 tahun 1999 pasal 7 ayat 1 dan ancaman pidana, Sabtu (30/01/21).

Meski tanpa mengantongi surat izin, aktifitas PT. Aplikanusa Lintasarta (LA), beralamatkan Kantor, Menara Thamrin Lt.12. Jl. MH. Thamrin. Kav.3, Tanah Abang Jakarta Pusat, yang bergerak dibidang usaha Telekomunikasi, namun tetap melaksanakan aktifitasnya dengan memasangan tiang besi jaringan internet LA disepanjang ruas jalan Transumatra dan di beberapa ruas jalan Kota Kalianda.

Sudah 6 hari berjalan aktifitas pekerjaan penggalian dan penanaman tiang besi dibeberapa titik ruas jalan yang berada di Kecamatan Kalianda, dan rencananya akan ditempatkan jaringan kabel optik sepanjang 8000 Meter, serta penanaman tiang besi di 8 titik ruas jalan, seperti di Jl. Kesuma Bangsa, Jl. Serma M. Tamimi, Jl. Lubuk Timbangan, Jl. Raden Intan, Jl. Lettu Rohani, Jl. Batin Cindar Bumi, Jl. ZA. Pagar Alam, Jl. Kolonel Makmun Rasyid, Jl. Soekarno Hatta.

Sebanyak 186 tiang besi berukuran panjang 7 Meter dan berdiameter lingkaran 4 Centimeter yang telah disiapkan, sekitar 70 tiang besi telah dilakukan penanaman, yang bertitik awal penanaman diruas jalan jati way urang Kalianda kecamatan Kalianda dan akan tertanam dititik akhir  depan SPBU sebayak desa Kedaton kecamatan Kalianda, yang rencananya keseluruhan tiang besi akan ditanam di seputaran jalan ruang Kota Kalianda.

Ucok selaku Pengawas lapangan mengatakan pelaksanan penggalian hinggga penanaman tiang besi dilakukan dari samping kantor Partai dan pemasangan tiang besi terakhir akan dilakukan di depan SPBU sebayak.

“Saya dan rekan rekan hanya pekerja yang tugas saya melakukan perintah atasan untuk melakukan penggalian dan pemasangan tiang, saya memang mengetahui kalau ini tidak ada surat izinnya, kami hanya dibekali dengan membawa surat rekomendasi”. Jelasnya.

Meski Ucok tidak memegang dan tidak bisa menunjukan surat yang dimaksud serta tidak bisa menjelaskan surat rekomendasi apa dan dari mana.

“Saya pun sudah menyampaikan kepada atasan saya Bapak Arif untuk segera mengurus perizinan, karena saya takut ada kendala di lapangan, kami hanya selaku pekerja yang harus melakukan pekerjaan kami, soal perizinan bukan wewenang saya”, Terang Ucok.

Ditempat yang sama saat dihubungi pihak media melalu telpon seluler, Arif sebagai tim pelaksana mengatakan.

“Sudah pasti saya akan mengurus izinnya, mulai besok itu juga sudah berjalan pak jadi istilahnya paralel lah pak”, Ucap Arif.

Lebih lanjut awak media pun menkonfirmasi Arif , Seharusnya aktifitas pekerjaan belum bisa dilaksanakan sebelum adanya rekomendasi surat izin yang sah yang dikeluarkan oleh pihak terkait.

“Saya tau pak , tapi karena saya di kejar waktu”, Pungkas Arif.

Sahlan Selaku Ketua DPC Lampung Selatan LSM Geram Banten Indonesia, bersama rekannya saat turun langsung meninjau kelokasi mengatakan, Apa pun dalih semua aktifitas harus berdasarkan surat izin yang sah dan bisa menunjukkan kelegalan surat izin tersebut.

“Sangat di sayangkan tindakan yang dilakukan PT. Aplikanusa Lintasarta (LA), dengan tetap melakukan kegiatan penanaman tiang besi jaringan internet tanpa mengantongi surat izin kelengkapan yang sah terlebih dahulu”. Terangnya.

“Ini sudah jelas perbuatan yang melanggar  Undang Undang dan ini bisa di kenakan sanksi pidana, pihak dinas terkait pun harus bertindak tegas, selain menghentikan kegiatan penggalian dan penanaman tiang besi, bila perlu dicabut kembali tiang besi yang sudah tertancap, sampai surat izin yang sah itu diperoleh”, supaya jangan adalagi para pelaku perusaha yang seenaknya melakukan kegiatan usahanya tanpa mengurus dan mengantongi Surat Izin yang sah terlebih dahulu”, Ujar Sahlan.(HSN)