Majukan Ekonomi Kreatif Tingkat Kampung Lewat Musrenbang

PODIUM, TULANGBAWANG – Kampung Sukarame Kecamatan Meraksa Aji Kabupaten Tulang Bawang menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (MUSRENBANG) di balai kampung Sukarame, Selasa (22/10).

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB pagi dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Meraksa Aji, Kepala Kampung Sukarame, BPK, LPMK, Karang Taruna, Kepala Sekolah SD, Kepala Sekolah Mts, Kesehatan, PKK, Tokoh Masyarakat,Tokoh Agama, Sekretaris Kampung beserta jajaran pemerintah Kampung, Kasun, RT, RW, dan beberapa masyarakat.

MUSRENBANG adalah forum musyawarah tahunan stakeholders Kampung atau pihak yang berkompetensi untuk mengatasi permasalahan Kampung dan pihak yang akan terkena dampak hasil musyawarah, untuk menyepakati rencana kegiatan tahun anggaran berikutnya.

MUSRENBANG dilaksanakan dengan memperhatikan rencana pembangunan yang di prioritaskan untuk kepentingan masyarakat.

Kinerja implementasi rencana tahun berjalan serta usulan dari masyarakat yang di serap dari hasil Musawarah Dusun (MUSDUS) dan di sampaikan dalam forum musyawarah tahunan yang menggambarkan permasalahan nyata yang sedang dihadapi.

Dalam sambutannya Supri sebagai Sekertaris Kampung Sukarame menjelaskan untuk MUSRENBANG tahun ini, prioritas usulan tahun 2020 sudah digelar di setiap dusun.

Sehingga, kata dia, hari ini untuk pemantapan masing-masing usulan yang di sampaikan melalui musyawarah dusun (MUSDUS).

“Mana yang akan di prioritaskan masuk ke dalam Rencana Kerja Pembangunan (RKP) Kampung tahun 2020. Adapun beberapa usulan yang masuk kedalam prioritas pada pembangunan tahun 2020,”ungkap dia, Selasa (22/10).

Oleh karena itu, ia meminta agar para peserta yang hadir jangan khawatir. Karena usulan itu akan terlaksana secara bertahap selama Dana Desa (DD) itu masih bergulir

“Ini akan di tuangkan ke dalam rencana pembangunan jangka menengah Desa Kampung (RPJMDes),”ucapnya.

Semua usulan dari setiap dusun itu, kta dia, akan dimasukan dan akan dikonsep dalam satu buku panduan.

Sebab, hal itu yang akan menjadi panduan untuk pelaksanaan pembangunan Kampung di tahun-tahun berikutnya selama lima tahun ke depan.

“Ini nanti akan di buat suatu berita acara usulan-usulan yang di prioritaskan dan masuk ke dalam Rencana Kerja Pembangunan (RKP). Tahap berikutnya akan di buat APBKamp oleh pemerintah Kampung bekerjasama dengan BPK untuk pelaksanaan di tahun 2020,”ucapnya.

Jadi usulan tidak hanya fokus pada usulan fisik saja. Jika ada usulan pelatihan agar sekiranya bisa di usulkan, baik itu pelatihan sanggar tari atau pun pembuatan kerajinan agar bisa di usulkanuntuk menambah usaha ekonomi kreatif yang ada.

Untuk ekonomi kreatif tahun 2019 ini telah berjalan tiga kelompok yaitu: Budidaya ikan lele, untuk ibu PKK. Kedua, sewa alat prasmanan. Ketiga, untuk pemuda Karang Taruna di siapkan kolam tambang pasir di RK 1.

“Itu sudah mulai berjalan dan diharapkan untuk semua masyarakat agar bersama-sama memajukan usaha ekonomi kreatif di kampung kita.(Sandi)