IPW Sebut Masa Depan KPK Ada Ditangan Pansel

PODIUM, JAKARTA – Panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantas Korupsi atau Pansel Capim KPK resmi menutup pendaftaran pada Kamis (4/7) sekitar pukul 16.00 Wib.

Pendaftaran capim KPK yang telah dilakukan sekitar dua pekan sejak 17 Juni hingga 4 Juli melahirkan sejumlah harapan dari masyarakat, baik untuk panitia seleksi maupun Capim KPK terpilih di periode 2019-2024.

Salah satunya datang dari Ketua Presidium Ind Police Watch Neta S Pane mengatakan bahwa panitia seleksi Capim KPK harus bekerja keras agar mampu melahirkan pimpinan ataupun komisioner yang mampu melakukan konsolidasi.

Selain itu, kedepan, lembaga anti rasuah itu tidak tebang pilih dalam memberantas korupsi serta mampu membongkar kasus korupsi besar dan bukan ‘ecek ecek’, tetapi melakukan pencitraan besar.

Ind Police Watch (IPW) memberi catatan ini mengingat banyaknya anggota Polri dan jaksa yang ikut dalam seleksi Capim KPK. Selain itu banyak pihak yang memprotes keikutsertaan polisi dan jaksa tersebut.

Dalam segala hal harus merujuk UU atau ketentuan yang ada agar tidak salah kaprah. Jika tidak ada UU yang melarang calon dari polri maupun jaksa dan karyawan KPK untuk ikut seleksi capim KPK tentunya siapapun tidak berhak untuk melarang.

“Jika ada pihak yang melarang, justru pihak tersebut ngawur dan tidak paham dengan UU atau ada ketakutan tersendiri atas keberadaan capim tersebut,”tegasnya melalui pressrilis yang diterima podiumlampung.com, Sabtu (6/7).

Sebaiknya semua dibiarkan ikut seleksi, hanya saha memang jika polisi dan jaksa mengikuti dan terpilih menjadi pimpinan KPK, maka muncul tanda tanya.

” Buat apa ada KPK, kenapa tidak Tipikor polri dan kejaksaan saja yang diperkuat. Bubarkan saja KPK yg ujung-ujungnya hanya sebuah kesia-siaan dan ekonomi biaya tinggi dengan hasil kinerja yang belum tentu maksimal.

“Tapi karena tidak ada UU yang melarang ya sudah biarkan saja. Sampai DPR atau pemerintah membuat UU yang baru,”ulasnya.

ia berharap banyak dari Pansel untuk bekerja keras melakukan seleksi terhadap para capim. Sebab, melalui tangan pansel sesungguhnya masa depan KPK berada.

“Di tangan pansel nasib pemberantas korupsi di negeri ini akan seperti apa ke depannya,”ucapnya. (Red)