Mingrum Gumay : Bersinergi Tingkatkan Indeks Literasi Masyarakat Lampung

PODIUM, BANDARLAMPUNG, – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat di Provinsi Lampung. (Swiss Bell Hotel, Selasa, 15 Juni 2021)

Kegiatan dengan tema “Penguatan Peran Sisi Hulu Budaya Baca Guna Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat” yang juga dirangkaikan dengan Pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten/Kota dan Penandatanganan Nota Kesepakatan Perpustakaan Nasional dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan Perguruan Tinggi di Provinsi Lampung.

Hadir sebagai narasumber Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Drs. Muhammad Syarif Bando, MM. Ketua DPRD Provinsi Lampung, Mingrum Gumai, SH., MH. Bunda Literasi Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, SH serta Rektor Universitas Teknokrat Dr. H. M. Nasrullah Yusuf, SE., MBA

Dijelaskan Muhammad Syarif Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indoneaia, dalam upaya mendukung kemajuan dunia leterasi di Indonesia perpustakaan nasional republik indonesia saat ini telah menambah referensi buku sebanyak 1 juta buku baru dan sangat mudah untuk di dapat karena disajikan secara digital.

Dalam paparannya mingrum Gumay sangat mendukung program pemerintah baik pusat maupun daerah guna mendukung penguatan peran sisi hulu dalam rangka meningkatkan indeks literasi masyarakat melalui fungsi DPRD (fungsi anggaran, pembentukan peraturan daerah dan pengawasan).

Ditambahkan mingrum dalam upaya peningkatan indek literasi masyarakat khususnya di provinsi Lampung diperlukan sinergitas pemerintah daerah (eksekutif dan legislatif), perguruan tinggi, steakholder dalam upaya peningkatan literasi masyarakat di Provinsi Lampung.

Perda nomor 16 tahun 2019 tentang penyelenggaraan perpustakaan, Perda ini diharapkan dapat mendukung peningkatan indeks literasi masyarakat di provinsi Lampung

Bunda Leterasi Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, mengajak bunda literasi ditingkat kabupaten/kota, saat ini dan kedepan memiliki target program dapat membentuk 1 pojok baca/perpustakaan serta mendekatkan dan menyediakan bahan bacaan sampai ketingkat desa dengan bersinergi dengan berbagai pihak terkait.(*)