MTM Monitoring Pembangunan Di Pemkot Bandar Lampung

PODIUM, BANDARLAMPUNG – Lembaga Swadaya Masyarakat Masyarakat Transparansi Merdeka (MTM) melakukan monitoring sejumlah pembangunan fisik di Kota Bandar Lampung.

Alasannya agar masyarakat benar-benar merasa puas dan dapat menikmati hasil pekerjaan tersebut.

“Jadi jangan sampai ada dugaan dan indikasi kerugian Negara yang berimbas pada proses hukum. Kami juga akan mengawal sampai dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut selesai 100 persen pada akhir Desember 2019,”kata Direktur MTM Lampung, Ashari Hermansyah, Rabu (21/8).

Pembangunan infrastruktur fisik yang pelaksanaannya menggunakan dana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) di Kota Bandar Lampung harus berkualitas baik.

Saat ini, kata dia, ada 2 organisasi perangkat Daerah (OPD) dilingkungan pemerintah kota Bandar Lampung dalam menjalankan program dan kegiatan infrastruktur, yakni Dinas Pendidikan dan Pekerjaan umum (PU).

“Kontraktor sebagai pelaksana pekerjaan harus benar-benar bekerja sesuai spesifikasi sipil dan arsitektur untuk menghindari unsur kerugian negara. Begitu juga konsultan pengawas benar-benar menjalankan fungsinya karena dalam pelaksanaan pengawasan menggunakan sumber dana APBD,”ujarnya.

Ada beberapa fokus utama MTM dalam menjalankan survei dan monitoring dilapangkan sebagai sumber informasi Publik. Pertama, pembangunan RKB SDN Sumber batu dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp.9.163.335.000 dari dinas pendidikan.

Kedua, pembangunan stadion mini, Rp.5.000.000.000 dari dinas PU. Ketiga, pembangunan gedung empat lantai rumah sakit Dadi Cokro Dipo tahap 1 sebesar Rp.7.000.0000.0000 dari dinas PU.

Keempat, pembangunan kantor Puskesmas rawat inap Way Halim mencapai Rp. 5.000.000.000. Kelima, pembanguanan fly over jalan Abdul Haq – Komarudin, Rp.35.000.000.000.

“Masih ada beberapa lagi yang masih dalam pantauan kami,” ungkapnya. (Red)