Pasipersdim 0421/LS Ikuti Rakor Rencana Detail Tindak Lanjut RTL

PODIUM, LAMPUNG SELATAN ,- Inf.Imron nata sebagai penjabat Pasipersdim 0421/LS , turut mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Detail (RTL)
Penanganan Kelompok Anti Pancasila dan Anti Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang digelar di aula Krakatau setdakab.lamsel , Selasa (21/06/2022).

Rapat tertutup yang digelar langsung dipimpin oleh AKBP Edwin S.I.K (Kapolres Lamsel) dan diikuti oleh Puji Sukanto (Kaban Kesbangpol) , Eka Riantinawati (Asisten Pemerintahan dan Kesra) , Riski (Perwakilan Kejari Lamsel) , Yusmiati (Kabag Hukum) , Asep Jamhur (Plt Kadisdik) , Hari Saputra (Sekertaris Dinkes) , Erdanda (Sekertaris Sat Pol PP) dan AKP Ihwan (Kabag Ops Polres Lamsel).

Dihadapan peserta rapat AKBP Edwin S.I.K (Kapolres Lamsel) , mengemukakan ”
Agar semua instansi dijajaran pemkab.lamsel , melakukan pendekatan secara persuasif dan berikan edukasi kepada para warga Khilafatul Muslimin agar mereka tidak merasa terasing , dikarenakan dalam waktu dekat ini kita akan memperingati hari kemerdekaan RI tahun 2022 tanggal 17 Agustus”.
terangnya.

“Jangan terlalu lama kita diam , buat konsep dan secepatnya bergerak sesuai dengan bidang serta tupoksi masing-masing , kita akan berikan layanan kesehatan kepada warga Khilafatul Muslimin karena saat kita lakukan penertiban di lokasi sudah terdapat fasilitas kesehatan yang telah disediakan , harapan saya kita semua dapat bertanggung jawab sesuai dengan tupoksi kita , mereka semua saudara kita yang saat ini memerlukan kehadiran dan dukungan kita semua”.tutupnya.

Selain itu pula , Azhari Alamsah (Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat) menyampaikan “Meminta kepada dinas pendidikan untuk memindahkan siswa dan siswi yang belajar di pondok pesantren Khilafatul Muslimin ke sekolah umum
dan melarang pengajar di Ponpes Khilafatul Muslimin untuk memberikan materi agar para siswa dan siswi terhindar dari faham radikal”.pungkasnya.

Kapten Inf.Imron Nata (Pasi Pers Kodim 0421/ls) , menyampaikan “Upacara merupakan sebuah kegiatan rutinitas , namun kedepannya dalam pelaksanaan dilaksanakan ditempat orang yang mempunyai faham berbeda dengan kita , semua itu membutuhkan proses lama untuk merubah doktrin yang sudah tertanam di benak seseorang , namun saya yakin dengan kerja keras kita semua saudara-saudara kita yang memiliki faham berbeda bisa kembali ke pangkuan ibu pertiwi”.
pungkasnya.(Hsn).