Pelajar SMKN 3 Bandar Lampung Desak Suniyar Mundur Sebagai Kepsek

PODIUM, BANDARLAMPUNG – Puluhan pelajar SMK 3 Kota Bandarlampung menggelar aksi sekitar pukul 07.30 WIB pada Kamis (26/9).

Aksi ini sebagai bentuk keresahan yang sudah lama disimpan sejak masa persekolahan dimulai. Oleh karena itu, puluhan pelajar ini desakan dari pelajar agar Suniyar mundur dari jabatan sebagai kepala sekolah.

Salah satu siswa mengatakan bahwa kosmetik kadaluarsa membuat kepalanya menjadi botak. Selain itu, mirisnya, kata dia, hordeng sekolah memakai spanduk dan jilbab.

Tak hanya itu, di SMK 3 ini juga tidak adanya ketersediaan air bersih untuk sholat dan buang air.

“Selama 3 tahun siswa pariwisata tidak pernah ke bandara atau praktek luar. Masih banyak lagi kekesalan kami terhadap kepemimpinan kepala sekolah Suniryah, terutama SPP yang mahal dan tingginya biaya pembangunan,”ungkapnya.

“Bahkan setiap seminggu dua kali siswa diminta sumbangan infak yang pelaksanaannya tidak jelas,”ujarnya.

Selain itu, sampai hari ini ada sekitar 30 siswa yang sudah mengundurkan diri. Karena tidak mampu bersekolah di SMKN 3 Bandar Lampung.

Selain itu, adapun tuntutan dari pelajar tersebut, diantaranya agar pihak sekolah mau menurunkan harga Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Kedua, pihak sekolah tidak lagi memakai kosmetik kadaluarsa sebagai bahan praktek.

Ketiga, menyediakan fasilitas praktek untuk pelajar. Keempat, adanya praktek diluar sekolah. Kelima, adanya transparansi dana Bos, BOSDA, dan uang pembangunan.

Keenam, hentikan pungutan liar dari pihak sekolah. Ketujuh, pihak sekolah agar menyiapkan air bersih untuk Mandi Cuci Kakus (MCK). (Red)