Pelarian Bandar Narkoba Dihentikan Polsek Banjar Agung

PODIUM, TULANGBAWANG – Dwi Maulana Yusuf (22) buronan bandar narkotika diciduk polsek Banjar Agung. Pelaku yang sempat buron selama 2,2 tahun merupakan warga Kampung Bujuk Agung, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang

Kapolsek Banjar Agung Kompol Rahmin, SH mewakili PLH Kapolres Tulang Bawang AKBP Ronalzie Agus, SIK mengatakan bahwa pelaku
ditangkap dikediamannya pada hari
Selasa (13/8) kemarin, sekitar pukul 11.30 WIB.

Penangkapan terhadap pelaku berdasarkan pengembangan dari penangkapan rekannya.

“Adam Andiko Wicaksono (22) berstatus pengangguran merupakan warga Kampung Bujuk Agung yang lebih dulu diamankan pada hari Senin (5/6/2017) lalu, sekitar pukul 20.00 WIB di Kampung Tri Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Tulang Bawang,”ujar Kompol Rahmin, Selasa (13/8).

Saat ini rekan pelaku masih menjalani hukuman di Lapas Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, mengingat mendapatkan vonis diatas 5 tahun dari Pengadilan Negeri Tulang Bawang.

Untuk diketahui, para pelaku menggunakan penyalahgunaan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman berupa ganja. Saat itu pihaknya sedang melaksanakan patroli rutin pencegahan C3 (curas, curat dan curanmor) di wilayah hukum Polsek Banjar Agung.

Ketika melintas di Tugu Kuning, Kampung Tri Tunggal Jaya, petugas
melihat dua orang laki-laki yang sedang duduk di teras sebuah rumah dengan gelagat yang mencurigakan.

Melihat hal tersebut, petugas langsung menghampiri para pelaku dan pelaku Dwi Maulana Yusuf langsung melarikan diri, sedangkan pelaku Adam Andiko Wicaksono berhasil ditangkap.

Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan empat linting narkotika jenis ganja yang disimpan di dalam bungkus rokok menara filter warna merah.

Menurut keterangan dari pelaku Adam Andiko Wicaksono, ganja tersebut dia beli dari rekannya yang kabur melarikan diri.

Pelaku Dwi Maulana Yusuf saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di ruang pemeriksaan Mapolsek Banjar Agung dan akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1 Miliar dan paling banyak Rp. 10 Miliar.(Sandi)