Pembangunan Drainase Di Dusun Kelahang Diduga Adanya Praktik KKN

PODIUM, PRINGSEWU – Pembangunan Drainase Dusun Kelahang, Pekon Madaraya, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Kuat dugaan dalam proses pembangunan infrastruktur yang bersumber dari dana desa (DD) di Pekon setempat, tidak menggunakan program padat karya tunai.

Pasalnya, Pekon Madaraya tidak ikut mensukseskan program yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) wajib untuk mengalokasikan gaji harian orang kerja (HOK) minimal 30 persen dari nilai pekerjaan yang direalisasikan bersumber dari dana desa.

Dalam pembangunan drainase tersebut, di Dusun Kalahang dengan panjang 450 meter dianggarkan sebesar Rp. 194 juta yang terindikasi ada dugaan praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Hasil penelusuran media ini di Pekon Madaraya, mendapatkan informasi yang valid dari warga setempat dan juga ikut dalam pengerjaan pembangunan drainase tersebut.

“Untuk setiap penggalian tanah yang saya hasilkan dihargai sebesar Rp. 20 ribu per satu meternya, sedangkan untuk pemasangan batu belah dihargai Rp. 35 ribu per satu meternya”, ucap Jupri warga Dusun Kalalang yang terlibat dalam pembangunan drainase, Sabtu (24/08).

Terpisah, Mutaal Sodikin Kepala urusan (Kaur) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pekon Madaraya, ia menepis adanya tenaga HOK pekerja yang di borongkan dalam pembangunan drainase.

Sepengetahuan dirinya, masih Muta’al Sodikin mengatakan, drainase yang direalisasikan ditermin pertama dengan panjang bangunan 450 meter dikerjakan 12 orang pekerja.

“Drainase itu dikerjakan oleh 12 orang pekerja dengan memakan waktu sekitar 40 hari pengerjaan, jadi tidak ada sistem diborongkan”, kilahnya.

Selain itu juga, Muta’al Sodikin tidak mengetahui surat keputusan bersama 4 (empat) Penujuk teknis Kementerian Desa (Kemedes) untuk mengefektifkan pembangunan desa dan pemanfaatan dana desa untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Saya tidak tahu SKB 4 menteri yang saya tahu sikudes, yang jelas saya lupa untuk nilai upah pekerja, soalnya, berkas yang saya pegang sudah saya serahkan semua ke bendahara pekon”, tutupnya. (Tim)