Pembangunan Gedung SMAN Bhakti Mulya Diduga Syarat Korupsi

PODIUM, LAMPUNGUTARA, – Pembangunan Gedung SMAN Bhakti Mulya kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Lampung Utara diduga syarat korupsi.

Pembangunan 2 unit Ruang Kelas Baru (RKB) dan 1 unit pembangunan gedung laboratarium biologi dari dana alokasi khusus (DAK) Swakelola tahun 2020 sebesar Rp 544.544.000,- tanpa disertai papan nama proyek.

Berdasarkan pantauan, adanya indikasi ketidaksesuaian spesifikasi dalam pembangunan tersebut.

Misalnya, pembangunan RKB yang seharusnya pemasangan batu pondasi mengunakan hamparan pasir, namun fakta dilapangan tidak.

Selain itu, adanya dugaan ketidaksesuaian penggunaan ukuran besi dalam pemasangan Cor Sloof diatas pondasi.

Jika semestinya menggunakan besi ukuran 12, tetapi dilapangan memakai besi ukuran 10.

Selain itu, dugaan lainnya, adanya indikasi perbedaan ukuran dalam pemakain besi gelang. Jika semestinya memakai ukuran 8, namun dilapangan menggunakan besi ukuran 6.

Sehingga pengunaan Besi cor sloof dan ukuran besi gelang bervariasi dicampur dan disusun rangkain menjadi satu.

Saat dikonfirmasi, Bahtiar dan Saber selaku tukang dan kenek di lokasi pekerjaan bangunan Gedung sekolah mengaku bekerja atas instruksi Apri.

Apri, Kata dia, merupakan adik ipar dari Bahtiar sekaligus suami dari kepala sekolah SMAN Bhakti Mulya kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Lampung Utara.

“Kami bekerja disuruh pak Apri dan matrial disediakan olehnya. Apri adalah suami dari kepala sekolah SMAN ini ,”ungkapnya.

Saat Ingin konfirmasi Kepala Sekolah SMAN Bhakti Mulya, Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Lampung Utara Vivi evita rozalifa Pada Sabtu (11/7) tidak berada disekolah. (AGS)