Pemprov dan Pemerintah Pusat Saling Bersinergi Atasi Dampak Covid-19

PODIUM, BANDARLAMPUNG, –  Pemerintah Provinsi Lampung bersama pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan terus bersinergi dan bekerja optimal guna mengatasi dan meminimalisir dampak negatif akibat adanya Pandemi Covid-19.

Karena 2022 merupakan tahun yang penuh tantangan. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Rabu (02/03/2022).

Menurut dia, ada beberapa tantangan dalam proses pembangunan sektor pertanian antara lain :

1. harga jual hasil pertanian masih rendah;
2. Ketersediaan pupuk bersubsidi yang belum tepat jenis, tepat waktu, tepat mutu, tepat jumlah, tepat harga dan tepat sasaran.
3. Minimnya akses permodalan petani dan nelayan;
4. Masih ada petani yang belum tergabung dalam kelompok tani.
5. kurang optimalnya pendampingan budi daya (penyuluhan), pemanfaatan akses permodalan dan manajemen resiko usaha tani (asuransi pertanian);
6. petani didominasi oleh petani yang sudah tua dan kurang adanya regenerasi sehingga akan mengancam ketersediaan SDM sektor pertanian pada masa yang akan datang;

Dalam Struktur PDRB Provinsi Lampung, Lapangan Usaha Pertanian masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 30%.

Potensi pertanian Lampung sangat besar, yang menjadikan Lampung sebagai penghasil komoditas utama pertanian dan menjadi lumbung pangan nasional.

Hal ini untuk mengatasi permasalahan – permasalahan pada sektor pertanian, serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Perintah Provinsi Lampung menginisiasi Program Kartu Petani Berjaya (KPB) yang menjadi program inovatif di bidang pertanian dan salah satu dari 33 Agenda Kerja Utama dalam mewujudkan “Rakyat Lampung Berjaya” dan Misi ke 5 (lima) Membangun kekuatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan wilayah perdesaan yang seimbang dengan wilayah perkotaan sebagaimana RPJMD Provinsi Lampung Tahun 2019-2024.

Arinal mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PPN/Bappenas.

“Kami berharap melalui ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) dapat memberikan motivasi kepada daerah dalam penyusunan dokumen perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah yang terbaik khususnya pelaksanaan pembangunan di Provinsi Lampung,” ujarnya. (*)