Pemprov Lampung Segera Rumuskan Konsep Pembangunan Kota Baru

PODIUM, BANDARLAMPUNG – Pemerintah provinsi (Pemprov) Lampung akan segera merumuskan konsep masterplan pembangunan Kota Baru, Lampung Selatan.

Masterplan ini dibuat sesuai dengan kontur kota baru jangan sampai kebanjiran dan sebagainya sehingga nantinya menjadi lengkap layaknya Kota Baru yang modern. Untuk merancang masterplan ini pihak pemprov memiliki anggaran Rp.800 juta.

“Insya Allah Senin depan kita akan rapat bersama instansi terkait seperti Bappeda, staf ahli untuk merumuskan konsep pembangunan kota baru yang nantinya akan disampaikan ke pak gubernur Lampung Arinal Djunaidi,”kata Plt. Karo Perlengkapan Meydiandra Eka Putra, Kamis (21/6).

“Apakah pembangunan Kota Baru ini masuk kedalam skala prioritas atau tidak, mengingat saat ini Lampung mengalami defisit mencapai Rp 1,7 triliun, apalagi saat ini provinsi Lampung lagi efisiensi anggaran untuk menutupi desifit,”ujarnya.

Secara garis besar tanah seluas 1300,8 hektar di kota baru Lamsel milik pemprov Lampung. Sesuai master plann pembangunan Kota Baru, Rencananya, lahan seluas 450 hektar akan dibangun perkantoran, kemudian lahan sisanya, digunakan untuk fasilitas lainnya.

Ia mencontohkan, seperti dengan menggandeng beberapa univesitas yang ingin menambah gedung, seperti Unila dan UIN. Selain itu juga akan ada fasilitas pendukung lainnya sehingga dapat menjadi kota modern.

“Hal ini bercermin dari pembangunan kota Putra Jaya Malaysia yang hanya membangun kantor sehingga pada saat hari libur kerja menjadi seperti kota hantu yang tidak berpenghuni,”ujarnya.

Selain itu, mengingat Kota baru berbatasan dengan wilayah register dan juga pesan khusus dari Kementerian kehutan dan Lingkungan Hidup akan dibuatkan hutan kota.

“Jadi ada pesan khusus disana ketika adanya hutan kota dan lahan register disana. Selain menjadi paru-paru kota, lahan disana bisa jadi grand city sebagai salah satu destinasi wisata dan olah raga,”ujarnya.

Ia berpendapat, perpindahan lokasi pemerintahan ini akan mengurai kemacetan di Bandar Lampung sekaligus adanya pertumbuhan pembangunan.

“Ini pendapat saya secara pribadi.
Selain mengurangi kemacetan, juga memancing pertumbuhan pembangunan disekitar kotabaru “ujarnya.

Untuk infrastruktur, kata dia, pihak pln sudah mengantisipasi dengan membangun gardu induk di dekat Kota Baru dan infrastruktur jalan. Kondisi jalan yang telah dibangun beberapa waktu lalu kembali mengalami rusak di beberapa titik.

“Rencananya tahun ini sudah ada perbaikan jalan dari dinas Pekerjaan Umum (PU) menuju Kota Baru,”ujarnya. (Rls)