Perkuat Budaya Hidup Bersih, Dinkes Tuba Gelar Pelatihan STBM

PODIUM, TULANGBAWANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang mengadakan Pelatihan Fasilitator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kampung Penawar, Kecamatan Gedung Aji Kabupaten Tulang Bawang, Kamis pagi (24/10).

Yang dihadiri oleh Kasi Kesring Kesjaor (Kesehatan Kerja dan olahraga) Saladin berserta rombongan, Kasubag TU (Kepala Sub Bagian Tata Usaha) Puskesmas Gedung Aji Edi Karim beserta petugas Sanitasi Kecamatan Gedung Aji.

Selanjutnya, Widia, Bides (Bidan Desa) Kampung Penawar Ayu Rofika dan di ikuti oleh kader-kader Posyandu Kampung Penawar, Babinsa Kampung Penawar Serka Susilo dan Aparataur Kampung Penawar berserta Masyarakat sekitar.

Salidin mengatakan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Kementrian Kesehatan menerapkam pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicu untuk memperkuat budaya perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat.

STBM memiliki lima pilar, masing – masing pilir memiliki makna dan arti tersendiri. Pilar Pertama Stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan)

” Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) tidak ada masyarakat yang buang air besar di tempat terbuka atau sembarangan di kebun, sungai, semak-semak, pantai,” Ucapnya.

Pilar ke dua, Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), pentingnya melakukan kebiasaan tersebut untuk menghalangi terjadinya infeksi, 80 persen penyakit infeksi umum bisa dicegah dengan cuci tangan yang bener. Kemudian, 45 persen penyakit infeksi berat dapat di cegah dengan cuci tangan dengan bener.

“Secara makna mengurangi bakteri terkontaminasi dan mengurangi penyakit yang ditularkan melalui makanan, dan cara sederhana untuk tetap sehat cuci tangan tidak memerlukan banyak waktu tetapi sangat penting mencegah penyakit, ” ungkapnya.

Pilar ke tiga, Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga (PAMRT) wadah yang aman adalah yang bertutup berleher sempit, air yang sudah di olah maka disimpan dalam wadah yang bersih. Tidak di anjurkan untuk langsung minum dari wadah air, harus menggunakan gelas yang bersih dan kering.

Pilar ke empat, Pembuangan Sampah Rumah Tangga (PSRT) buang lah sampah pada tempat nya dan jangan membuang sampah sembarangan.

Karena bisa membuat tempat berkembang biak nyamuk.” Bak mandi, tempayan, tempat minum burung, vas bungan,” ucapnya.

Pilar ke lima. Pembuangan Limbah Rumah Tangga (SPAL), upaya untuk pemeliharaan saranan pengelolaan air limbah, di larang untuk membuang sampah ke saluran (Parit).

Bersihkan saluran dari sampah secara rutin minimal dua kali seminggu, bersihkan saluran dari lumut secara rutin minimal seminggu sekali, bila ada bagian yang rusak segera di perbaiki atau di ganti.

Hal senada juga di sampaikan oleh, masyarakat kampung penawar, handri (31), sangat membantu dan sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya kampung penawar, tanpa pembelajaran yang sudah disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tulangbawang.

“Ini sangat membantu saya, dan juga masyarakat, banyak ilmu yang saya dapatkan pak,” ungkapnya.

Kepala Kampung Mawardi, saat di wawancarai, mengatakan, sangat berterimakasih atas pemberlajaran dan sudah memberikan ilmu yang membuat inovasi di kampung penawar.

” Semoga kampung penawar akan meneruskan apa yang sudah di berikan tentang pola hidup sehat pada hari ini,” tegasnya. (Sandi)