Perpusnas Sebut Penguatan Literasi Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Hidup

PODIUM, BANDARLAMPUNG -Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI bersama pemprov Lampung menggelar Peer Learning Meeting Provinsi di Hotel Novotel, Selasa (15/10).

Kegiatan yang mengangkat tema Program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial literasi demi kesejahteraan untuk memperkuat peran perpustakaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Karena, melalui peningkatan kemampuan literasi bisa meningkatkan kreativitas
masyarakat dan mengurangi kemiskinan akses informasi.

Hal ini mengingat sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan dan juga Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah sebagai tindaklanjut Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah dan dimana Perpustakaan ditetapkan sebagai urusan wajib non pelayanan dasar untuk menyediakan layanan perpustakaan yang sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta kebutuhan masyarakat.

“Atas dasar hal tersebut di atas maka perpustakaan nasional sebagai Pembina semua jenis perpustakaan dengan dukungan dari Bappenas berinisiatif untuk melakukan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial,”kata Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca, Deni Kurniadi, Selasa (15/10).

Adapun tujuan dari pelaksanaan Peer Learning Meeting ini, pertama untuk
memfasilitasi proses saling belajar dan berbagi pengalaman antar
perpustakaan.

Kedua, Memotivasi dan membangun kepercayaan diri peserta untuk
terus melaksanakan rencana kerja transformasi perpustakaan
kabupaten maupun desa.

Ketiga, Memperkuat proses mentoring dan monitoring perpustakaan kabupaten dan desa berbagi pengetahuan untuk kesejahteraan.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjadikan perpustakaan sebagai ruang terbuka bagi masyarakat berbagi pengetahuan, pengalaman dan berlatih keterampilan hidup demi meningkatkan kesejahteraan.

“Sejatinya ilmu pengetahuan akan abadi jika disampaikan. Semakin banyak yang memanfaatkan, maka akan timbul kreativitas ataupun inovasi baru yang membawa pengetahuan baru dan kesejahteraan,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemprov Lampung, Ferynia berharap kegiatan ini sebagai proses pembelajaran dan saling menginspirasi antar perpustakaan di kabupaten/kota se-Bumi Ruwa Jurai.

“Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta bisa berbagi pengalaman untuk saling memotivasi sehingga kedepan perpustakaan di daerah bisa mengembangkan perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk membangun komitmen berkelanjutan,”ungkapnya.

“Jadi, saya mendorong agar perpustakaan bisa meningkatkan kualitas layanan sebagai tempat berbagi pengalaman dan informasi. Dengan begitu masyarakat bisa merasakan dampak dari perpustakaan itu sendiri,”jelasnya. (Red)