Perusahaan Batu Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan Raya Pesisir Canti

PODIUM, RAJABASA, LAMPUNG SELATAN,- Kondisi jalan raya pesisir desa Canti Kecamatan Rajabasa kabupaten Lampung Selatan, sangat membahayakan keselamatan bagi pengguna jalan raya kecamatan Rajabasa tersebut , khususnya bagi pengendara roda dua (motor), pasalnya kondisi jalan yang sangat becek dan licin di penuhi matrial tanah yang jatuh berceceran dari bak belakang kendaraan Dump Truck yang membawa Matrial batu untuk pembangunan pemecah ombak (Breakwater) di desa Sukaraja Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan.

Dari pantauan awak media dilokasi, nampak sekali kondisi jalan raya pesisir, khususnya di depan lokasi perusahaan penyuplai batu (Subkontraktor) PT. Hajar Nusantara Abadi Indonesia (HANA), didesa Canti, yang sangat becek dan licin hingga membahayakan pengendara roda dua yang melintas, Minggu (18/04/2021).

Ditambah dengan rutinitas kendaraan Subkontraktor lain dari perusaan PT. Mahkota dan PT Abadi Saksi Sukses Gemilang (ASSG) melakukan aktifitas yang sama di lokasi desa Canti tersebut.

Menurut salah satu pengendara roda dua (IRT) yang melintas yang enggan disebut namanya mengatakan, jalan yang becek dan licin sangat membuat takut kami untuk melintas.

“Ngeri bang !, sangat ngeri melewati jalan ini, saya takut terpeleset apalagi saya bawa anak kecil, jalannya becek bener, mana gak di bersihin.
Bisa bisa jatuh korban kalau jalannya seperti ini bang”, Keluhnya.

Ditempat yang sama pekerja PT. Hana mengatakan, “Sebelum adanya PT. Mahkota dan PT ASSG ini beroperasi, jalan depan PT. Hana ini selaku kami bersihkan dan tidak pernah terjadi seperti hal ini”, Ucapnya.

“Semenjak adanya perusahan dua itu, jalan ini selalu banyak tanah yang berjatuhan dari Dump Truck Mereka, tiap kali kami bersihkan, karena tepat didepan keluar masuk kendaraan Dump Truck PT. HANA, kami capek membersihkannya, sementara dari pekerjaan dua perusahaan tersebut tidak ada andilnya.
Toh itu tanah yang jatuhan bukan dari Dump Truck tempat kami bekerja”, Tutupnya. (HNS).