PKS Berharap Arinal – Nunik Wujudkan Lampung Berjaya

PODIUM, BANDARLAMPUNG – Ketua Fraksi PKS DPRD Lampung Ade Utami Ibnu berharap agar Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim untuk tancap gas dalam menjalankan roda pemerintahan untuk menuntaskan pekerjaan rumah.

Terhitung sejak Rabu (12/6) saat dilantik menjadi Gubernur – Wakil Gubernur Lampung oleh presiden RI Joko Widodo dan berjanji atas nama Allah SWT untuk menjayakan provinsi Lampung periode 2019-2024.

“Bagaimana jumlah kemiskinan makin ditekan dari semula 1,083 juta jiwa (13,04 %) pada September 2017 menjadi berkurang setiap tahunnya setidaknya sebesar 1 % dan dimasa pamungkas 2024 angka kemiskinan berada di prosentase 1 digit,” Kata Ade, Jumat (14/6).

PKS sangat berharap banyak dengan menurunnya angka kemiskinan di bawah kepemimpinan duet Arinal-Nunik.

Sebab, ia menilai, Arinal sangat berpengalaman mengelola birokrasi. sementara Nunik berpengalaman memimpin Kabupaten Lampung Timur, salah satu Kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar yakni 1,027 juta pada tahun 2017 (BPS 2018).

Kombinasi mantan birokrat dan kepala daerah, menjadi modal dasar bagaimana agar pesta perayaan atas hadirnya pemimpin baru Lampung segera disudahi berganti dengan “menggulung “dan “menyingsingkan” lengan baju bersama seluruh komponen melakukan kerja-kerja substantif menuntaskan beragam pekerjaan rumah yang sudah menunggu.

“Fraksi PKS percaya dengan kemampuan Pak Arinal dan Bu Nunik dalam menuntaskan pekerjaan rumah yang telah menunggu. Peningkatan jumlah dan kualitas infrastruktur salah satu prioritas yang perlu di dorong selain dari pentingnya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Lampung,” tuturnya.

Seperti yang kita ketahui, jalan provinsi di Lampung sepanjang 1,3 juta kilometer dengan beragam kondisi, yang baik 1,03 juta km, sedang 231,15 ribu km, rusak dan kritis masing-masing 71,024 ribu dan 317,75 ribu km.

“Tentu saja hal ini harus menjadi pemikiran kita semua terlebih oleh Pak Gub dan Bu Wagub yang baru saja dilantik, bagaimana kualitas infrastruktur semakin baik berikut kuantitasnyapun semakin bertambah”ungkap Ade.

Ade meyakini jika kualitas infrastruktur semakin baik dan berumur panjang, maka akan berbanding lurus dengan partisipasi masyarakat guna menjaga keberlangsungan infrastruktur yang mereka nikmati.

Begitu pula sebaliknya, jika pemerintah “tidak open” dengan kualitas infrastruktur, maka jangan salahkah masyarakat jika bakal ada lagi foto-foto viral “wisata jeglogan sewu” memasuki beranda media sosial kita, sebagai bagian dari dinamika jaman now.

Investasi sumberdaya manusia melalui pembangunan perpustakaan bertaraf internasional tentu saja juga harus terus dipacu. Tak perlu malu untuk melanjutkan sesuatu yang baik dan berdimensi jangka panjang.

Apalagi jika bakal menyumbang saham terhadap peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) Provinsi Lampung yang kini bertengger di peringkat ke 25 nasional dengan capaian angka indeks 68,25 diatas Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, NTB, Sulawesi Barat, NTT, Papua Barat dan Papua.

Namun demikian jika kita break down kepada peringkat IPM se Sumatera, dengan berat hati harus dikatakan bahwa Lampung berada di peringkat terbuncit dari 10 provinsi di Sumatera. Gubernur Arinal dan Wakil Gubernur Nunik harus berani pasang target kenaikan peringkat IPM sebagai obsesi kesuksesan kepemimpinannya.

“Jika melihat sumber daya yang dimiliki dan seluruh potensi yang terkandung dalam Sai Bumi Ruwa Jurai maka sangat rasional jika Gubernur Arinal dan Wakil Gubernur Nunik berani memasang target IPM 4 besar Sumatera, hingga akhir periode jabatan 2024,” pungkas pria yang pernah mondok di Ponpes At Thohiriyah Banten ini. (Rls)